Langgam.id – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), mengungkap lonjakan konsumsi Biosolar dipengaruhi adanya potensi peralihan penggunaan dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
“Hal ini diakibat disparitas harga yang cukup tinggi,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, Kamis (21/5/2026).
Selain itu, kata Fahrougi, juga ditemukan adanya indikasi transaksi anomali pada sejumlah kendaraan yang melakukan pengisian Biosolar di beberapa SPBU.
Ia menegaskan, Pertamina terus memperkuat pengawasan bersama aparat untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Kami terus melakukan optimalisasi BBM Biosolar subsidi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ucapnya.
Fahrougi mengatakan, kuota Biosolar untuk wilayah Kota Padang disalurkan setiap hari sesuai dengan kebutuhan dan alokasi yang telah ditetapkan.
Peningkatan kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Padang selama Mei 2026 dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan atau demand terhadap Biosolar subsidi.
“Kami terus melakukan upaya optimalisasi penyaluran BBM jenis JBT atau Biosolar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tuturnya. (WAN)





