Bertengkar Soal Uang Berburu Babi, Seorang Suami di Tanah Datar Bunuh Diri di Depan Istri

Potongan tubuh berupa paha diduga milik Septia Adinda (25) ditemukan di aliran sungai Batang Anai, tepatnya di Korong Duku, Nagari Kasang,

Ilustrasi. (Foto: pixabay.com)

Langgam.id – Seorang pria berinisial YUH nekat menusuk diri sendiri dengan sebilah pisau dapur hingga meninggal seketika. Aksi pria 38 tahun warga Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar itu bahkan dilakukan di hadapan istrinya, M (35).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senik (16/9/2019) sekira pukul 13.30 WIB. Korban, nekad melakukan aksi bunuh diri itu di kediamannya. Sebilah pisau dapur menancap di dada YUH.

Informasi dari polisi, pasangan suami istri ini sempat terjadi cekcok di kediamannya. Hal itu diduga dipicu hal sepele. Korban mengunakan uang istrinya untuk berburu babi.

“Istri korban saat itu sedang makan siang dan sedangkan korban dalam keadaan tertidur. Kemudian korban terbangun dan terjadi pertengkaran kecil saat istri korban selesai makan,” ujar Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Purwanto dalam keterangannya tertulisnya.

Pertengkaran itu, katanya, berawal kemarahan korban karena menganggap istrinya tidak terima uang digunakan untuk berburu babi. Padahal, istri korban tidak begitu mempermasalahkan. Hingga akhirnya, korban berupaya menarik istrinya ke kamar namun gagal.

“Korban menarik istrinya ke kamar tidur namun ditolak dan berusaha lari keluar rumah. Sesampai di pintu, istrinya melihat tiba-tiba korban menusukkan sebilah pisau ke arah dada sebelah kiri sebanyak dua kali,” katanya.

Tusukkan sebilah pisau itu membuat korban langsung tersungkur bersimbah darah. Melihat kejadian itu, istri korban lari keluar rumah sambil berteriak dan meminta tolong tetangga.

“Para tetangga melihat korban telah tergeletak bersimbah darah. Untuk sementara waktu kami menyimpulkan bahwa kejadian ini adalah murni bunuh diri yg dikuatkan oleh saksi-saksi dan barang bukti yang ada,” jelasnya.

Purwanto mengatakan, pihak keluarga telah ikhlas menerima kejadian yang membuat korban meninggal. Sehingga, keluarga enggan untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dengan dibuatnya surat pernyataan. (*/Irwanda)

Baca Juga

Dari Pitalah ke Purus, Ketupat Khas Kuah Kuning Bertahan Lebih dari 30 Tahun
Dari Pitalah ke Purus, Ketupat Khas Kuah Kuning Bertahan Lebih dari 30 Tahun
Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase II Tol, Khawatir Lahan Pertanian Tergerus
Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase II Tol, Khawatir Lahan Pertanian Tergerus
Tanah Datar Kembali Juara I TPID Berprestasi Sumatra, Ini Kali Keenam
Tanah Datar Kembali Juara I TPID Berprestasi Sumatra, Ini Kali Keenam
Mobil masuk jurang di Tanah Datar. (Dok. Istimewa)
Toyota Avanza Masuk Jurang Kelok Sikumbang Tanah Datar, Pengemudi Luka-luka
Kabut Asap Meningkat, Bupati Eka Putra Imbau Masyarakat Kurangi Kegiatan di Luar Ruangan
Kabut Asap Meningkat, Bupati Eka Putra Imbau Masyarakat Kurangi Kegiatan di Luar Ruangan
Dinas Kehutanan: 23 Karhutla Selama Januari hingga September 2026 di Sumbar
Dinas Kehutanan: 23 Karhutla Selama Januari hingga September 2026 di Sumbar