Bertambah 63 Orang, Kasus Covid-19 di Padang Kini 21.483

Total Positif Corona di Sumbar, sekolah zona merah

Ilustrasi - positif corona (Covid-19). (Foto: Gerd Altmann/pixabay.com)

Langgam.id Sebanyak 63 kasus baru positif covid-19 bertambah di Kota Padang pada Rabu (16/6/2021). Dengan adanya penambahan ini, maka total sudah ada 21.483 kasus konfirmasi positif covid-19 hingga sekarang.

Selain itu, terdapat tambahan 75 kasus sembuh, sehingga totalnya sudah mencapai 20.516 kasus. Kemudian, terdapat tambahan 1 kasus meninggal dunia sehingga totalnya hingga saat ini menjadi 379 orang.

Berdasarkan data yang ada di website Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, dinkes.padang.go.id, penambahan 63 kasus baru tersebut berasal dari Kelurahan Andalas 3 kasus, Jati (3), Sawahan (1), Kubu Dalam Parak Karakah (4), Gunung Pangilun (1), Air Tawar Barat (1), Lolong Belanti (2), Ikur Koto (3), Balai Gadang (5), dan Batipuh Panjang (2).

Kemudian, Koto Pulai (1), Bungo Pasang (1), Dadok Tunggul Hitam (1), Lubuk Minturun (1), Aia Pacah (1), Ampang (2), Korong Gadang (1), Sungai Sapih (1), Tanjung Saba Pitameh (1), Pagambiran (3), Banuaran (1), Batung Taba (1), dan Kampung Baru (1).

Selanjutnya, Kampung Jua (1), Cengkeh (1), Indarung (1), Koto Lalang (5), Ujung Gurun (1), Rimbo Kaluang (1), Purus (1), Kampung Pondok (1), Olo (1), Limau Manis Selatan (1), Limau Manis (1), Mata Air (2), Kurao Pagang (1), Tabing Banda Gadang (1), dan Bungus Barat (1).

Sementara itu, pada hari ini terdapat 17 kelurahan yang sudah bebas dari covid-19. Hal ini dikarenakan adanya pasien yang sudah sembuh/meninggal, sehingga tidak ada lagi kasus konfirmasi covid-19.

Ke-17 kelurahan tersebut ialah, Koto Baru, Gates, Pampangan, Batu Gadang, Baringin, Tarantang, Belakang Tangsi, Binuang, Lambung Bukit, Pasa Gadang, Alang Laweh, Teluk Bayur, Belakang Pondok, Air Manis, Bungus Selatan, Teluk Kabung Utara dan Teluk Kabung Selatan.

Sebelumnya, Wali Kota Padang Hendri Septa berharap keberadaan Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang ada di setiap kelurahan di Kota Padang agar dapat dioptimalkan dalam upaya menekan angka penyebaran covid-19.

Hendri mengungkapkan, agar posko PPKM berskala mikro ini dapat berjalan dengan baik maka dibutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat.

“Pemerintah tak bisa bekerja sendiri, karena itu kita harus saling bahu membahu, bersama-sama untuk memutus mata rantai penularan covid-19,” terang Hendri.

Ia menjelaskan bahwa, di samping menekan penyebaran covid-19, posko PPKM juga dapat difungsikan untuk mendorong dan meningkatkan pencapaian target vaksinasi kepada masyarakat.

Hendri mengharapkan posko PPKM memiliki data mengenai warga yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin. Hendri juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada, serta selalu mematuhi protokol kesehatan. (yki)

 

Baca Juga

Banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Banjir di Padang Terus Berulang, DPRD Dorong Solusi dari Hulu hingga Muara
Kemunafikan Kaum Maskulin
Kemunafikan Kaum Maskulin
Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi
Walikota Padang, Fadly Amran.
Fadly Amran Tinjau Pembersihan Lumpur Sisa Banjir SMPN 41, Targetkan Proses Belajar Kembali Normal
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang