Langgam.id — Sejumlah siswa Program Bilingual Menuju Internasional SMA Negeri 2 Padang mendapat pengalaman berbeda dalam proses pembelajaran. Mereka mengikuti konferensi internasional dan berdialog langsung dengan akademisi serta pakar dari berbagai negara.
Para siswa tersebut mengikuti The 5th International Conference on Disaster Management (ICDM) 2026 yang digelar Universitas Andalas (UNAND) pada 29-30 September 2026.
Konferensi yang mengangkat tema “Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Management” itu mempertemukan pakar nasional dan internasional untuk membahas berbagai persoalan kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan.
Bagi siswa SMA Negeri 2 Padang, forum tersebut menjadi ruang belajar di luar kelas. Mereka tidak hanya menyimak pemaparan para pembicara, tetapi juga mendapat kesempatan bertanya dan berdiskusi langsung dalam bahasa Inggris.
Sejumlah isu yang dibahas dalam sesi tersebut antara lain perubahan iklim, mitigasi bencana, ketahanan masyarakat, teknologi, serta pembangunan berkelanjutan.
Pakar yang hadir antara lain Prof. Syamsul Maarif dari Universitas Pertahanan (UNHAN), yang pernah menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2008-2015, Sekretaris Utama BNPB Dr. Apt. Rustian, M.Si., serta Deputi I Meteorologi BMKG Dr. Andri Ramadhani.
Sementara dari kalangan internasional hadir Asitha De Silva dari University of Colombo, Sri Lanka; Prof. Marlon de Luna Era dari De La Salle University; Lucy Dickinson dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia; Prof. Saravanan Subbarayan dari National Institute of Technology Tiruchirappalli, India; serta Prof. Ahmad Safuan A. Rashid dari Universiti Teknologi Malaysia.
Dari UNAND, turut hadir Prof. Dr. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail, MT dari Departemen Teknik Sipil.
Kepala SMA Negeri 2 Padang, Drs. Nuragusman Eka Putra, M.Pd., mengatakan keterlibatan siswa dalam forum ilmiah internasional menjadi bagian dari pembelajaran abad ke-21.
“Kami ingin siswa memiliki pengalaman belajar yang autentik dan berkelas dunia. Melalui forum seperti ICDM 2026, mereka dapat belajar langsung dari para pakar internasional, memperluas wawasan global, sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris di lingkungan akademik,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut sejalan dengan semangat Program Bilingual Menuju Internasional yang dikembangkan SMA Negeri 2 Padang.
Program tersebut tidak hanya menekankan kemampuan akademik dan bahasa Inggris, tetapi juga mendorong siswa berinteraksi dengan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai latar belakang.
Ketua Konferensi ICDM 2026, Prof. Ir. Abdul Hakam, M.T., Ph.D., turut mengapresiasi kehadiran siswa sekolah menengah dalam konferensi tersebut.
“Kehadiran siswa sekolah menengah dalam konferensi internasional menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai ilmu pengetahuan, berpikir kritis, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai tantangan global,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Lucy Dickinson dari DFAT Australia. Ia menilai para siswa SMA Negeri 2 Padang aktif selama sesi diskusi.
“Saya sangat terkesan melihat para siswa SMA Negeri 2 Padang berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan berinteraksi dalam bahasa Inggris dengan percaya diri,” ujarnya.
Salah seorang siswa, Muhammad Abyan Kusuma, mengaku mendapat pengalaman berharga selama mengikuti konferensi tersebut.
“ICDM 2026 was really fun. I was able to talk to the foreign guest using English, which was an incredible experience,” katanya.
Keikutsertaan dalam ICDM 2026 menjadi bagian dari upaya SMA Negeri 2 Padang memperluas pengalaman belajar siswanya. Melalui Program Bilingual Menuju Internasional, siswa didorong tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan wawasan untuk berinteraksi dalam lingkungan global. (HER)






