Begini Saran Dr Helmizar dari Unand Tangani Stunting di Sumbar

Gubernur Sumbar: Berdayakan Potensi Daerah untuk Mencegah Stunting

Ilustrasi stunting. [canva]

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Begini Saran Dr Helmizar dari Unand Tangani Stunting di Sumbar.

Langgam.id – Ancaman gizi buruk yang dapat memicu terjadinya stunting masih tergolong tinggi di Sumatra Barat (Sumbar). Pemerintah dan perguruan tinggi harus melibatkan diri sebagai upaya pencegahan secara konvergensi.

Tingginya angka stunting di Sumbar diakui pihak Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Bahkan, Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan BKKBN Prof. Muhammad Rizal Martua Damanik menyebut, angka stunting di Sumbar berada di atas rata-rata nasional.

Ketua Matching Fund Stunting dari Universitas Andalas Dr Helmizar mengingatkan, upaya pencegahan stunting perlu dilakukan secara berkesinambungan oleh semua sektor. Selain pemerintah, komunitas juga dapat ambil bagian.

Pemerintah, katanya, dapat menyediakan pengadaan tambahan makanan pada kelompok ibu hamil dan anak bawah dua tahun (Baduta). Makanan yang diberikan merupakan suplementasi yang diperlukan ibu hamil.

“Makanan dianjurkan dikonsumsi sejak awal kehamilan sampai melahirkan. Begitu juga ntuk anak usia 6 hingga 24 bulan, atau periode 1.000 hari pertama kehidupan,” kata Helmizar saat memberi pembekalan Duta GenRe Padang Panjang.

Selain itu, makanan suplementasi diutamakan diproduksi dengan kearifan lokal. Seperti produk olahan dadiah berupa fla dadiah yang dimasukkan ke dalam roti dan kue.

“Libatkan semua sektor, dan lakukan berkesinambungan,” katanya. Kesadaran inilah yang sudah dimiliki Duta GenRe Padang Panjang dan memberikan makanan suplementasi di Kampung Manggis Kecamatan Padang Panjang Barat.

Di sana, sekitar 68 anak terpantau berisiko stunting. Mereka berharap potensi stunting teredukasi sehingga calon orang tua dapat mempersiapkan diri.

Baca juga: 68 Anak Berisiko Stunting, Duta GenRe Padang Panjang Datangi Kampung Manggis

Wakil Bupati Pesisir Selatan Rudi Hariyansyah mengakui penanganan stunting butuh kerja sama terintegrasi dan berkelanjutan oleh lintas sektoral, serta lintas program, serta dukungan dari organisasi profesi.

Diketahui, Kabupaten Pesisir Selatan termasuk salah satu daerah perluasan lokus stunting bersama sembilan kabupaten kota lainnya di Sumbar. Di daerahnya, kata Rudi, upaya penurunan stunting dilakukan dengan pendekatan multi sektor.

“Melalui sinkroniasi program nasional, lokal dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah. Ini sudah ditetapkan sebagai program prioritas nasional yang telah dimasukan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP),” katanya terpisah.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Direktur LBH Padang, Diki Rafiki, saat diwawancara awak media. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Nasib Pilu 371 Buruh Perusahaan Kelapa di Padang Pariaman, Dipecat Tanpa Surat dan Gaji
Prakiraan Cuaca | cuaca limapuluh kota
BMKG: Cuaca Ekstrem di Sumbar Dipengaruhi Peralihan Musim
Tersangka penganiayaan anak berusia tiga tahun saat diamankan polisi. (Foto: Polres Solok)
Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok
Diskusi Publik IEO 2026 yang diselenggarakan Yayasan KEHATI bersama Biodiversity Warriors Universitas Andalas di Padang, Rabu (6/5/2026).
“Kanibalisme Antar Sektor” Ancam Masa Depan Ekologi Indonesia, Sumatra Jadi Alarm Krisis Sistemik
Langgam.id-kebakaran
Kebakaran Landa Rumah Warga di Padang, Armada Damkar Dikerahkan 
Petugas Satpol PP Kota Padang melakukan penertiban bangunan liar yang berdiri di sempadan sungai. (Foto: Humas Satpol PP Padang)
Satpol PP Padang Bongkar Bangunan Liar Berdiri di Sempadan Sungai