Bayi Laki-laki Ditemukan di Musala Baitul Arifin Lima Kaum, Dibungkus Kantong Plastik Hitam

Langggam.id – Bayi laki-laki ditemukan di samping Musala Baitul Arifin, Komplek Perum Arai Pinang 1, Jorong Kubu Rajo, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Senin (16/1/2023) sekitar 18.50 WIB.

Bayi malang itu ditemukan seorang jamaah salat magrib di musala tersebut. Kondisi bayi saat ditemukan terbungkus kantong plastik warna hitam.

“Saksi bernama Kendra Mahata Putra sewaktu hendak melaksanakan salat Magrib berjamaah mendengar suara tangisan bayi di dalam kantong plastik warna hitam yang terletak di samping musala,” ujar Kapolsek Lima Kaum, Iptu Fitrianto kepada langgam.id, Senin (16/1/2023) malam.

Ia menyebutkan saksi kemudian mengambil kantong plastik warna hitam tersebut dan membawanya ke dalam musala. Sstelah dibuka, ternyata isinya bayi laki-laki tanpa pakaian.

“Saat itu jamaah sedang melaksanakan salat Magrib. Setelah jamaah selesai salat, saksi memberitahukan kepada jamaah dan kemudian membawa bayi tersebut ke bidan terdekat,” jelasnya.

Fitrianto mengatakan kondisi bayi saat ditemukan dalam kondisi sehat dan normal. Bayi dengan panjang 45 centimeter dan berat 2,9 kilogram.

“Usai ditemukan Kadis Kesehatan datang ke klinik bidan dan langsung merekomendasikan agar bayi tersebut dibawa kerumah sakit RSUD Hanafiah untuk perawatan yang maksimal,” tuturnya. (*/SS)

Baca Juga

Pelatih Semen Padang Fc Nil Maizar
Manajemen Pecat Pelatih Semen Padang FC Nil Maizar
Semen Padang Fc Kalah Tipis 0-1 dari PSPS Riau
Semen Padang Fc Kalah Tipis 0-1 dari PSPS Riau
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi
Breaking News! 8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
Dari Pitalah ke Purus, Ketupat Khas Kuah Kuning Bertahan Lebih dari 30 Tahun
Dari Pitalah ke Purus, Ketupat Khas Kuah Kuning Bertahan Lebih dari 30 Tahun
Gubernur Sumbar Mahyeldi
HUT ke-81 Sumbar, Mahyeldi Ungkap 35 Indikator Pembangunan Masih Perlu Dikebut