Langgam.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat pada awal Juli 2026 mengalami penurunan dibandingkan posisi pertengahan hingga akhir Juni lalu. Berdasarkan pemantauan harga harian Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat per Kamis (2/7/2026), harga tertinggi TBS tercatat sebesar Rp3.754,06 per kilogram.
Harga tertinggi tersebut berlaku untuk sejumlah perusahaan yang membeli TBS petani mitra plasma maupun mitra swadaya. Sementara harga terendah berada di level Rp3.085 per kilogram pada kategori petani nonmitra.
Untuk komoditas brondolan, harga tertinggi tercatat sebesar Rp3.600 per kilogram yang dibeli PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM).
Jika dibandingkan dengan harga pada pertengahan Juni 2026, terjadi koreksi sekitar Rp35,05 per kilogram. Sebelumnya, harga tertinggi TBS di Pasaman Barat masih berada di level Rp3.789,11 per kilogram.
Berdasarkan data pemantauan, sejumlah perusahaan masih membeli TBS petani mitra dengan harga tertinggi Rp3.754,06 per kilogram. Untuk kategori mitra plasma, harga tersebut diterapkan PT Bina Tani Nusantara (BTN), PT Agrowiratama, PT Gersindo, PT Andalas Agro Industri (AAI), dan PT Gunung Sawit Abadi (GSA).
Sementara pada kategori mitra swadaya, harga yang sama juga dibayarkan PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM), PT Sari Buah Sawit (SBS), PT Sawita Pasaman Jaya (SPJ), dan PT Laras Internusa (LIN).
Di kategori nonmitra, harga pembelian bervariasi mulai Rp3.085 hingga Rp3.400 per kilogram. Harga tertinggi nonmitra tercatat di PTPN IV Regional IV sebesar Rp3.400 per kilogram, sedangkan harga terendah dibayarkan PT Bina Tani Nusantara (BTN) sebesar Rp3.085 per kilogram.
Meski mengalami penurunan dibandingkan pertengahan Juni, harga TBS di Pasaman Barat masih berada di atas level Rp3.700 per kilogram untuk kategori harga tertinggi. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus melakukan pemantauan harga harian di seluruh pabrik kelapa sawit sebagai upaya menjaga transparansi harga dan memberikan informasi kepada petani. (HER)




