Antisipasi Corona, 14 Daerah di Sumbar Hentikan Siswa ke Sekolah

Kunjungan Keluarga Saat Lebaran Dilarang

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (Foto: Rahmadi/Langgam.id)

Langgam.id - Sebanyak 14 kabupaten dan kota di Sumatra Barat (Sumbar) memutuskan meniadakan proses belajar mengajar di sekolah. Para siswa diputuskan untuk belajar dari rumah masing-masing hingga akhir Maret 2020.

Kebijakan itu dilakukan untuk meminimalisir sentuhan fisik bagi siswa untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19). Semua intitusi pendidikan PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA diliburkan ke sekolah. Termasuk sekolah sederajat yang berada di bawah Kementerian Agama.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan para siswa akan tetap belajar di rumah, bahkan sesuai jam belajarnya saat di sekolah. Guru-guru menyiapkan bahan-bahan dan tugas yang mesti dikerjakan oleh siswa di rumah masing-masing.

"Mereka tetap belajar, tugas-tugas yang dikerjakan di rumah tetap dilaporkan ke guru masing-masing lewat internet," katanya, Kamis (19/3/2020).

Bagi siswa yang mungkin belum mengerti internet dibantu oleh orang tuanya masing-masing. Hal itu dilakukan agar tidak merugikan para siswa untuk menerima materi pelajaran. Sementara bagi siswa yang mengikuti ujian nasional (UN) tetap sekolah seperti biasa.

Baca juga : Bertambah 1, Total PDP Corona di Sumbar 17 Orang

Menurutnya, para siswa SMA yang kewenangannya berada di provinsi akan mengikuti daerah setempat. Jika bupati dan wali kota meniadakan belajar di sekolah, maka SMA juga akan mengikuti. Jika kepala daerah tidak meniadakan belajar di sekolah maka SMA juga tidak.

Kebijakan ini untuk sementara diterapkan hingga tanggal 31 Maret. Selanjutnya akan dipertimbangkan sesuai dengan kondisi nantinya. "Jadi kita kontrol dan kendalikan agar anak-anak tidak terpapar virus corona," katanya.

Sebanyak 13 daerah yang telah mengambil kebijakan itu adalah Kota Bukittinggi, Padang, Solok, Payakumbuh, Padang Panjang, Pariaman, Kabupaten Limapuluh Kota, Agam, Pasaman Barat, Solok, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, dan Pasaman.

Sementara enam daerah yang masih memberlakukan sekolah seperti biasanya yaitu Dharmasraya, Solok Selatan, Kepulauan Mentawai, Sijunjung, dan Sawahlunto. (Rahmadi/ICA)

Baca Juga

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, akan segera menetapkan Tim Verifikasi Tanah terkait Proyek KPBU Fly Over Sitinjau Lauik
Kepuasan Masyarakat Capai 82,4 Persen di Survei Katadata, Begini Respons Mahyeldi
Sumbar Terpilih Sebagai Nominasi TPID Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera
Sumbar Terpilih Sebagai Nominasi TPID Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera
Dikunjungi Dubes Australia, Mahyeldi Harapkan Peningkatan Kerjasama Pariwisata
Dikunjungi Dubes Australia, Mahyeldi Harapkan Peningkatan Kerjasama Pariwisata
Mahyeldi Lepas 3 Pejabat Purna Tugas di Pemprov Sumbar
Mahyeldi Lepas 3 Pejabat Purna Tugas di Pemprov Sumbar
Temui Mentan, Gubernur Sumbar Laporkan Progres Pendataan Lahan Pertanian Terdampak Galodo
Temui Mentan, Gubernur Sumbar Laporkan Progres Pendataan Lahan Pertanian Terdampak Galodo
Tinjau Dampak Banjir, Mahyeldi: Sungai di Ngarai Sianok Akan Dinormalisasi
Tinjau Dampak Banjir, Mahyeldi: Sungai di Ngarai Sianok Akan Dinormalisasi