Anggota DPRD Minta Wali Kota Padang Cairkan Sisa BLT Corona

BLT Corona Padang, bansos tunai

Ilustrasi - bantuan sosial covid-19. (Foto: Mohamad Trilaksono/pixabay.com)

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang diminta segera mencairkan sisa bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak covid-19. Hal itu dinyatakan Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Mastilizal Aye.

Menurutnya, Pemko Padang sebelumnya telah menetapkan memberikan bantuan selama tiga bulan yaitu pada April, Mei, dan Juni. Namun sampai saat ini, BLT yang terealisasi hanya untuk bulan April, sementara dua bulan lagi belum diberikan.

“Anggaran BLT covid-19 itu masih ada, tetapi kita tidak tahu mengapa ini belum juga dicairkan,” kata Mastilizal Aye di Padang, Senin (27/7/2020).

Menurutnya, Pemko wajib memberikan karena hal itu sudah tertuang dalam peraturan wali kota nomor 33 tahun 2020 tentang pemberian bantuan uang kepada masyarakat terdampak covid-19.

“Tahap 2 harus diberikan ke masyarakat, tidak ada alasan bantuan tidak diberikan Pemko. Perwakonya sudah ada dan dibayarkan dari bulan April sampai masa tanggap darurat covid-19 pada bulan Juni, kalau tidak bisa ya jangan membuat Perwako seperti itu,” katanya.

Dana yang BLT yang disediakan katanya ada sekitar Rp77 miliar, sedangkan dana yang telah dicairkan pada tahap pertama Rp44 milyar. Kemudian, dana yang dibagikan itu juga ada dikembalikan kepada Pemko sebanyak sekitar Rp7 milyar.

Total Pemko Padang sudah melakukan refocusing sekitar Rp160 milyar. Itu dana untuk BLT bagi masyarakat yang terdampak. Menurutnya, DPRD sudah menanyakan ke Pemko mengapa belum dicairkan. Waktu itu dijelaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) bahwa Pemko Padang belum menerima Surat Pertanggungjawaban (SPJ) secara lengkap dari kelurahan dan kecamatan.

“Padahal ada kelurahan dan kecamatan yang sudah lengkap, harusnya ke tempat tersebut diserahkan dulu ke masyarakat yang belum menerima,” katanya.

Sampai saat ini, realisasi baru satu bulan diberikan BLT yaitu April. Selain itu masih ada juga masyarakat yang belum menerima satu pun BLT. Data masyarakat yang belum menerima BLT harus dikumpulkan ke Dinas Sosial untuk diberikan.

“Kita akan terus mendesak Pemko Padang agar BLT segera diberikaan sebab itu hak masyarakat, ditambah lagi saat ini masyarakat betul-betul membutuhkan karena tahun ajaran baru,” katanya.

DPRD menurutnya juga sangat kecewa dengan kinerja Pemko Padang, karena tidak mampu menyelesaikan data yang berhak menerima bantuan. Padang sangat tertinggal dari daerah lain yang bahkan sudah memberikan bantuan sebanyak 3 kali.

“Tidak hanya masyarakat yang kecewa, DPRD juga kecewa dengan cara Pemko bekerja, mengumpulkan data saja alangkah lamanya, Padang sangat tertinggal dari daerah lain soal covid-19 ini, baru satu kali bantuan dan masih ada yang belum dapat,” katanya.

Pihaknya akan terus mendesak Pemko Padang untuk menyelesaikan permasalahan itu. Jika tidak kunjung diselesaikan, Fraksi Gerindra DPRD Padang akan mencoba menginisiasi interpelasi kepada Wali Kota Padang Mahyeldi sesuai instruksi DPD Gerindra Sumbar. (Rahmadi/ICA)

Baca Juga

Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi
Walikota Padang, Fadly Amran.
Fadly Amran Tinjau Pembersihan Lumpur Sisa Banjir SMPN 41, Targetkan Proses Belajar Kembali Normal
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Berjibaku Bersihkan Banjir Lumpur di SMPN 41 Padang
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
Gubernur Sumbar Imbau Warga Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi
2.033 Warga Padang Terdampak Banjir Dievakuasi