Analisis SWOT dan PEST Sebagai Strategi Humas Gojek dalam Pengembangan Perusahaan di Era Digital

Analisis SWOT dan PEST Sebagai Strategi Humas Gojek dalam Pengembangan Perusahaan di Era Digital

Dwi Fitri Meirina Sari. (Foto: Dok. Pribadi)

*Penulis: Dwi Fitri Meirina Sari (Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas)

Pada era digital yang terus berkembang, peran fungsi Humas dalam sebuah perusahaan menjadi semakin penting untuk memperkuat citra dan reputasi perusahaan di mata publik. Untuk mencapai tujuan tersebut, Humas memerlukan perencanaan strategis yang matang agar tujuan perusahaan dapat tercapai secara maksimal. Adapun salah satu metode yang dapat digunakan dalam perencanaan strategis Humas yaitu dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan juga analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi) (Astuti, 2020).

Analisis SWOT dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk proyek tertentu atau rencana bisnis secara keseluruhan. Analisis SWOT dapat dijadikan sebagai  alat yang dapat membantu tim merencanakan secara strategis dan tetap berada di depan tren pasar. Dalam konteks Humas, analisis SWOT dapat membantu humas mengidentifikasi kekuatan komunikasi perusahaan, seperti reputasi yang baik di mata publik, serta kelemahan yang perlu diperbaiki, misalnya kurangnya keterlibatan dengan media sosial. Dengan mengidentifikasi Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats, sebuah strategi digitalisasi pada perusahaan dapat dikenali perannya terhadap pertumbuhan perusahaan,  karena dengan mengenali dan menganalisa keempat faktor tersebut maka akan didapat kompetensi untuk pengambilan keputusan, perencanaan dan pengembangan yang tepat bagi perusahaan atau organisasi dalam memaksimalkan pencapaian tujuan.

Sementara analisis PEST dapat dilihat berdasarkan pada masing-masing aspeknya. Pada aspek political dapat diketahui melalui tingkat intervensi pemerintah melalui elemen-elemen seperti regulasi, kebijakan pemerintah, kelembagaan, dan tata kelola. Aspek economic dapat diidentifikasi dari sumber pendanaan, kebijakan ekonomi, pendapatan per kapita, biaya produksi, dan insentif. Selanjutnya aspek social meliputi demografi, gaya hidup, opini publik di media, percakapan di media sosial, budaya lokal, dan pengaruh event. Sedangkan aspek technological dapat diketahui dari aktivitas penelitian dan pengembangan, teknologi layanan pelanggan, dampak teknologi, pemanfaatan teknologi komunikasi, dan insentif teknologi.

Jika dikaitkan dengan strategi pengembangan perusahaan di era digital pada saat ini, penerapan kajian SWOT dan PEST tentunya memiliki peran yang sangat krusial sebagai kunci keberhasilan Humas. Dengan memahami kekuatan dan kelemahan internal perusahaan serta peluang dan tantangan eksternal, humas dapat merumuskan strategi komunikasi yang efektif dan terarah. Selain itu, dengan memperhatikan faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi yang sedang berkembang, humas dapat lebih responsif dalam menghadapi perubahan lingkungan eksternal. Salah satu contoh perusahaan di Indonesia yang menerapkan analisis SWOT dan PEST adalah perusahaan ojek online yakni GOJEK INDONESIA (Azizah, 2018).

GOJEK INDONESIA yang sejak awal didirikan yakni pada tahun 2010 sudah mulai menerapkan penggunaan analisis SWOT dan PEST yakni dengan merumuskan strategi yang lebih efektif untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital di Indonesia. Melalui analisis SWOT yang dilakukan, diketahui bahwa dari segi kekuatan atau keunggulan, GOJEK INDONESIA telah menjadi merek yang terkenal di Indonesia dan Asia Tenggara dengan reputasi yang baik dalam memberikan layanan yang handal. Dengan menjadi  super app, GOJEK INDONESIA menyediakan berbagai layanan yang beragam seperti transportasi (GoRide, GoCar), pengiriman makanan (GoFood), pembayaran digital (GoPay), dan lain-lain, yang memperluas basis pengguna dan meningkatkan pendapatan (Brama, 2020).

Sementara itu GOJEK INDONESIA INDONESIA juga memiliki kelemahan yang perlu dihadapi dalam perkembangan usahanya. Yang mana keberadaan GOJEK INDONESIA tergantung pada regulasi pemerintah yang dapat berubah-ubah di sektor transportasi dan teknologi yang tentunya juga akan mempengaruhi operasional dan strategi bisnis yang dilakukan. Tidak hanya itu, munculnya persaingan yang ketat  seperti Grab juga merupakan tantangan yang harus dihadapi GOJEK INDONESIA (Wahid, 2017). Namun meskipun demikian, secara peluang GOJEK INDONESIA dapat memanfaatkan adanya peningkatan penetrasi internet dan smartphone di Indonesia, sehingga terdapat peluang besar untuk meningkatkan pangsa pasar dan adopsi layanan digital. Tapi meskipun begitu GOJEK INDONESIA juga harus tetap memperhatikan ancaman eksternal yang dapat mempengaruhi keberlangsungan usahanya. Yang mana salah satunya berupa ancaman dari perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi model bisnis GOJEK INDONESIA, khususnya dalam hal keamanan data dan regulasi transportasi (Sutari, 2017).

Di sisi lain jika dianalisa dengan analisis PEST dapat dianalisa dari segi politik yakni terdapat kebijakan perlindungan data pribadi yang dapat mempengaruhi cara GOJEK INDONESIA mengelola dan melindungi data pengguna. Selanjutnya pada aspek ekonomi yakni adanya fluktuasi nilai tukar mata uang akan mempengaruhi biaya operasional perusahaan, terutama dalam hal teknologi dan pembelian internasional. Jika dari aspek sosial dapat dilihat dari meningkatnya kesadaran akan masalah lingkungan dapat mempengaruhi citra perusahaan dalam hal praktik bisnis yang berkelanjutan. Dan terakhir jika dianalisa dari aspek teknologi, maka perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT) dapat memberikan peluang untuk meningkatkan layanan dan efisiensi operasional GOJEK INDONESIA.

Berdasarkan dari pemaparan yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan PEST (Political, Economic, Social, Technological) merupakan alat analisis strategis yang penting dalam perencanaan strategi pengembangan perusahaan GOJEK INDONESIA di era digital. Dengan menggunakan analisis SWOT, GOJEK INDONESIA dapat mengidentifikasi kekuatan internal seperti brand yang kuat dan infrastruktur teknologi yang canggih, serta mengenali kelemahan seperti ketergantungan pada regulasi yang berubah-ubah dan tantangan dalam manajemen pertumbuhan yang cepat. Sementara itu, analisis PEST membantu GOJEK INDONESIA untuk memahami dampak faktor-faktor eksternal seperti perubahan kebijakan politik, fluktuasi ekonomi, perubahan perilaku sosial, dan inovasi teknologi terbaru. Artinya dengan memanfaatkan kedua analisis tersebut, Humas GOJEK INDONESIA seharusnya dapat merumuskan strategi komunikasi dan branding yang efektif untuk memperkuat keunggulan kompetitif perusahaan di pasar digital yang kompetitif. Strategi pengembangan ini tidak hanya mengoptimalkan penggunaan sumber daya internal yang ada, tetapi juga mengantisipasi dan merespons dinamika eksternal yang berubah dengan cepat, sehingga GOJEK INDONESIA dapat terus memimpin dan berinovasi dalam industri teknologi dan layanan di Indonesia dan Asia Tenggara.

REFRENSI :

Astuti, A. M. I., & Ratnawati, S. (2020). Analisis SWOT Dalam Menentukan Strategi
            Pemasaran. Jurnal Ilmu Manajemen, 17.

Azizah, A., & Adawia, P. R. (2018). Analisis Perkembangan Industri Transportasi Online Di
            Era Inovasi Distruptif Area (Studi Kasus PT GOJEK Indonesia). Cakrawala - Jurnal
            Humaniora, 18(2), 149–156.

Brama Kumbara, V., & Andri Wijaya, R. (2020). ANALISIS STRATEGI PEMASARAN
            PADA PT GOJEK I INDONESIA. 1(6).

Sutari, N. G. A. K., & Dalem, A. A. G. A. P. D. (2017). Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran
            Jasa GOJEK Dalam Meningkatkan Brand Awareness Cabang Bali. Jurnal Komunikasi,
            9(1).

Wahid, U., & Puspita, A. E. (2017). Upaya Peningkatkan Brand Awareness PT. Go-Jek
            Indonesia Melalui Aktivitas Marketing Public Relations. Jurnal Komunikasi, 9(1).

Baca Juga

Prinsip Kekeluargaan dalam Bisnis Kaum Muda Minangkabau
Prinsip Kekeluargaan dalam Bisnis Kaum Muda Minangkabau
Rekam Jejak Diplomasi Minangkabau dalam Ranah Budaya dan Sejarah
Rekam Jejak Diplomasi Minangkabau dalam Ranah Budaya dan Sejarah
Eksistensi Public Relation Terhadap Regulasi Pengelolaan Krisis dalam Membangun Reputasi Pemerintahan
Eksistensi Public Relation Terhadap Regulasi Pengelolaan Krisis dalam Membangun Reputasi Pemerintahan
Fenomena 'Viralin Dulu Baru Diusut', Contoh Kegagalan Humas dalam Membangun Hubungan dengan Publiknya
Fenomena 'Viralin Dulu Baru Diusut', Contoh Kegagalan Humas dalam Membangun Hubungan dengan Publiknya
Peran Public Relation Officer Menangani Krisis Komunikasi dalam Krisis Manajemen
Peran Public Relation Officer Menangani Krisis Komunikasi dalam Krisis Manajemen
Tradisi Malamang di Pariaman
Tradisi Mauluik di Pariaman: Memperkuat Nilai Agama dan Sosial