Analisis Pariwisata Alam Air Terjun Lubuak Tampuruang di Sumbar

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Analisis Pariwisata Alam Air Terjun Lubuak Tampuruang di Sumbar

Seperti yang kita ketahui bahwa sektor pariwisata menjadi sektor alternatif yang diprioritaskan yang bertujuan untuk memajukan perekonomian Indonesia selain sektor industri, dan perdagangan yang mengalami kemandetan.

Hal ini diakibatkan oleh kelumpuhan ekonomi negara di dunia yang berperan sebagai negara tujuan ekspor Indonesia. Alasan terjadinya kelumpuhan kedua sektor ini, yaitu adanya virus COVID-19 yang melanda di berbagai penjuru dunia termasuk negara Indonesia.

Semenjak kehadiran virus COVID-19 yang berujung kepada aturan PSBB, industri pariwisata serta ekonomi kreatif di Indonesia mengalami kemerosotan. Dilansir dari website kemenparekraf.go.id, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia sejak Februari 2020 terjadi penurunan yang signifikan, dan puncaknya pada April 2020, jumlah wisatawan hanya berkisar 158 ribu. Jika dirangkum, persentase yang ditaksir sekitar 25 persen dari jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia pada tahun 2019.

Dampak lainnya yang sangat dirasakan pada sektor pariwisata adalah lapangan pekerjaan yang semakin menipis. Masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata terpaksa harus kehilangan pekerjaannya akibat pandemi COVID-19 karena penutupan usaha pariwisata yang berbanding lurus dengan penurunan permintaan dari wisatawan.

Menurut data BPS 2020, sekitar 409 ribu tenaga kerja terpaksa harus berhenti karena sektor pariwisata tidak bergerak selama pandemi COVID-19.

Pariwisata di Provinsi Bali sangat merasakan dampak dari adanya virus COVID-19. Seperti yang kita ketahui bahwa pariwisata di Bali menjadi ikon utama selain sektor pertanian dan industri kecil menengah.

Sumbangan yang besar diberikan oleh sektor pariwisata Bali terhadap pembangunan daerah serta masyarakat Bali baik secara langsung maupun tidak langsung. Potensi lokal yang terdapat di Provinsi Bali dikembangkan oleh Pemerintah Kota/ Kabupaten Provinsi Bali sebagai bentuk upaya untuk menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara datang ke Pulau Dewata

Dengan adanya virus COVID-19, perekonomian di Provinsi Bali anjlok karena pariwisata menjadi jantung utama perputaran uang baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Data tahun 2019 memperlihatkan sektor pariwisata menyumbang 78 persen terhadap perekonomian Bali. Tentunya, sangat jauh dari sektor pertanian yang hanya menyumbang 14.5 persen.

Sumbangan persentase yang tinggi terhadap sektor pariwisata membuat Bali harus memilih opsi lain saat pandemi COVID-19 melanda. Aturan PPKM menurunkan angka kunjungan wisatawan seperti yang terlihat dari ketiadaan kunjungan wisatawan pada bulan Juli 2021.

Dilansir dari katadata.co.id, total wisatawan mancanegara ke Bali hingga Juli 2021 hanya sebanyak 43 kunjungan sedangkan periode yang sama di tahun sebelumnya hanya sekitar 1.069.181 kunjungan.

Turunnya kunjungan wisata mancanegara berdampak terhadap tingkat hunian hotel berbintang yang berada di wilayah Provinsi Bali.

Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali terjadi penurunan sebesar 11,45 persen dari 16,68 % pada Juni 2021 menjadi 5,23% pada Juli 2021. Penurunan terbesar terdapat pada TPK hotel bintang 5, yaitu 16,94 poin dari 22,61% menjadi 5,67%.

Selain provinsi Bali, terdapat provinsi lainnya yang memiliki daya tarik wisata beragam dimana salah satunya, yaitu Provinsi Sumatera Barat. Provinsi yang terkenal dengan falsafahnya ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabulah’ serta potensi alam yang memikat membuat Sumatera Barat menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati wisatawan.

Salah satu riset dalam artikel jurnal yang berjudul Potensi Daya Tarik Obyek Wisata dalam Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat yang ditulis oleh DR. Ansofino, M.Si, ia menyatakan bahwa jumlah wisatawan domestik mengalami kenaikan sedangkan wisatawan mancanegara mengalami penurunan pada rentang tahun 2005-2010.

Pada tahun 2005, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat adalah sebanyak 4.357.028 orang yang terdiri dari 84.646 orang adalah wisatawan internasional atau sebesar 1,94% dan wisatawan domestik berjumlah 4.272.382 orang atau sebesar 98,06 %.

Selanjutnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat pada tahun 2010 sudah berjumlah 4.602.692 orang yang terdiri dari 27.091 orang wisatawan asing atau 0,59% dan wisatawan domestic sebanyak 4.575.601 orang atau sebesar 99,41%.

Besaran persentase terjadi pada wisatawan domestic sebesar 6,63% sedangkan pada wisatawan internasional justru mengalami penurunan yang sangat drastis, yaitu sebesar 66,99%.

Dari keterangan persentase di atas, tentunya pengembangan pariwisata di ranah Sumatera Barat dikategorikan berjalan baik dikarenakan sudah mampu menarik wisatawan baik secara domestik maupun mancanegara walaupun persentase keduanya cenderung berbeda.

Beragamnya destinasi wisata di Sumatera Barat, kita perlu meninjau lokasi wisata yang pengelolaannya masih minim. Air Terjun Lubuak Tampuruang di daerah Kuranji menjadi salah satu destinasi wisata alam yang diminati oleh masyarakat.

Ditinjau dari segi faktor produk wisata, Middleton (2019) mengidentifikasi komponen utama produk wisata seperti, atraksi wisata, fasilitas di daerah tujuan wisata, aksesibilitas, citra destinasi, dan harga untuk wisatawan.

Untuk atraksi wisata, destinasi wisata Air Terjun Lubuak Tampuruang sudah termasuk ke dalam elemen atraksi wisata alam karena keindahan air terjun alami yang sudah dirancang sedemikian rupa tanpa campur tangan manusia menjadikan destinasi wisata ini cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat, dan merilekskan diri.

Selanjutnya, beralih ke elemen fasilitas di daerah tujuan wisata. Untuk area Lubuak Tampuruang sendiri, fasilitas yang bisa ditemukan, yaitu penyediaan area parkir untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan air terjun.

Tetapi, fasilitas lainnya belum terpenuhi karena pengelolaan destinasi air terjun hanya dilakukan oleh masyarakat setempat. Tentunya, ini menjadi bahan masukan bagi pemerintah atau Pokdarwis agar bisa memberikan pendampingan lebih kepada masyarakat pengelola destinasi wisata.

Dampak positif yang bisa diperoleh dari pengelolaan destinasi wisata secara baik, yaitu meningkatnya kesejahteraan hidup beserta perekonomian masyarakat.

Lalu, komponen lainnya, yaitu aksesibilitas menuju lokasi Air Terjun Lubuak Tampuruang. Aksesibilitas yang berupa infrastruktur jalan belum diperhatikan secara keseluruhan. Jika komponen aksesibilitas telah terpenuhi maka, jumlah pengunjung bisa meningkat.

Terakhir, komponen yang berkaitan dengan citra destinasi dan harga untuk wisatawan. Citra destinasi pastinya telah tersematkan, yaitu ‘wisata alam air terjun’. Harga untuk wisatawan yang berkunjung ke destinasi masih tergolong terjangkau.

Baca Juga: Pemko Padang Cari Terobosan untuk Kembangkan Wisata Baru di Wilayah Timur

Dari komponen produk wisata yang telah dijelaskan diatas, kita bisa memahami destinasi Air Terjun Lubuak Tampuruang dari berbagai sisi. Aksesibilitas dan fasilitas harus diperhatikan secara seksama agar destinasi bisa menunjang perekonomian masyarakat, dan pola pikir masyarakat bisa menjadi lebih terbuka.

* Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Mantan Anggota DPR RI Taslim Soroti Keramba Jaring Apung yang Rusak Keindahan Danau Maninjau
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Wajah Gelap Homo Digitalis
Wajah Gelap Homo Digitalis
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Nofel Nofiadri
Galodo Soko dalam Kontestasi Kepala Daerah
Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra,Andre Rosiade mengucapkan selamat kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran
Anggap sebagai Kampung Halaman, Prabowo Berkomitmen Bangun Sumbar