Aliansi Mahasiswa di Unand Minta Pimpinan Perpanjang Waktu Pembayaran SPP

aliansi-mahasiswa-di-unand-minta-pimpinan-perpanjang-waktu-pembayaran-spp

Aliansi Mahasiswa Peduli Unand (AMPU) menggelar aksi solidaritas, Selasa (15/3/2022). [Foto: Nandito/Langgam.id]

Berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Aliansi Mahasiswa di Unand Minta Pimpinan Perpanjang Waktu Pembayaran SPP.

Langgam.id – Sejumlah mahasiswa di Universitas Andalas (Unand) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unand (AMPU) menggelar aksi solidaritas di jalan utama kampus di Limau Manis, Selasa (15/3/2022).

Mahasiswa menuntut pimpinan dapat memberi perpanjangan waktu pembayaran uang kuliah mahasiswa mandiri. Pasalnya, terdapat puluhan aduan mahasiswa terkait pendeknya tenggat waktu pembayaran uang kuliah yang ditetapkan Unand.

Koordinator aksi solidaritas Billy mengatakan, AMPU menerima aduan, ada enam mahasiswa yang tidak sanggup membayar uang kuliah sehingga memutuskan berhenti. “Ada 48 aduan mahasiswa jalur mandiri yang kami terima,” katanya.

Mereka yang mengadu, lanjutnya, merupakan mahasiswa jalur mandiri atau SMMPTN pada 2021. Mereka juga tidak berhasil menjadi penerima Program Indonesia Pintar (PIP) lewat skema KIP kuliah.

Mahasiswa mengaku tenggat waktu pembayaran uang kuliah yang ditetapkan terlalu singkat. Untuk itu AMPU meminta kampus memperpanjang tenggat waktu pembayaran uang kuliah bagi mahasiswa mandiri hingga satu tahun.

Sesuai jadwal tenggat waktu pembayaran sudah berakhir tanggal 3 Maret lalu. Namun, banyak mahasiswa yang belum lunas pembayaran sehingga memiliki status yang tidak jelas.

“Uang kuliah kawan-kawan mandiri ini besar sekali. Kampus memang sudah memberikan skema empat kali cicilan, tapi itu tidak akomodatif karena waktunya singkat sekali,” kata Billy saat menggelar aksi.

Billy melanjutkan, AMPU juga sudah berupaya melakukan audiensi dengan pimpinan kampus. Namun, kampus dinilai belum memberikan solusi konkret bagi mahasiswa mandiri yang mendaftar KIP namun tidak lulus itu.

Koordinator AMPU Amidia mengatakan banyak mahasiswa yang belum membayar uang kuliah, tidak bisa mengisi Kartu Rencana Studi (KRS). Padahal, kata dia, perkuliahan sudah berlangsung.

Ketua UKM Pengenalan Hukum dan Politik itu mengungkapkan kekecewaannya kepada pimpinan kampus yang tidak kunjung memberikan kejelasan. Mengingat uang kuliah jalur mandiri tinggi, pihak kampus diminta memberikan kebijakan yang lebih humanis.

“Kami menginginkan kawan-kawan kita di jalur mandiri tidak putus kuliah. Kami menginginkan tenggat waktunya sampai satu tahun, karena kondisi perekonomian orang tua mereka juga tidak stabil,” kata dia.

Amidia mengaku akan terus menggalang massa untuk bersolidaritas memperjuangkan kebijakan kampus yang lebih solutif. Pihaknya berencana menggelar aksi long march, agar kampus segera memberikan keringanan.

Baca juga: Kampus Dinilai Lamban, Mahasiswa Unand Dirikan Posko Pengaduan Kekerasan Seksual

Aksi solidaritas akan dilangsung secara rutin sampai ada solusi yang tepat dari kampus. “Tidak ada mahasiwa yang tidak bisa kuliah karena tidak punya uang,” katanya.

Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Gubernur hingga Bupati Padang Pariaman Diadukan ke Ombudsman, Buntut Izin Tambang Andesit di Kasang 
Gubernur hingga Bupati Padang Pariaman Diadukan ke Ombudsman, Buntut Izin Tambang Andesit di Kasang 
Kronologi Wagub Vasko Kecelakaan di Solok, Tabrak Tumpukan Pasir dan Truk Parkir
Kronologi Wagub Vasko Kecelakaan di Solok, Tabrak Tumpukan Pasir dan Truk Parkir
Ket: Citra deforestasi area PETI Sijunjung periode 2020-2024 [Sumber LBH Padang]
LBH Padang Ungkap 14,5 Ribu Hektare Hutan di Sijunjung Rusak karena Tambang Emas Ilegal 
Bekas luka diduga karena air panas yang dialami bayi tersebut. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Bayi 2 Tahun di Padang Diduga Dianiaya Ayah Kandung: Diselamatkan Tetangga, Badan Penuh Bekas Luka
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan yang menewaskan pasangan suami istri. (Foto: Polres Solok)
Pilu Pasangan Suami Istri Meninggal Ditabrak Truk di Solok, Balita Korban Patah Kaki
Irjen Djati Wiyoto. (Foto: Humas Polda Kaltara)
Menakar Nyali Irjen Djati “Bersih-bersih” Tambang Emas Ilegal di Sumbar