Aksi Demo di Mapolda Sumbar: Massa Bawa Poster “Polda Busuk”, Sempat Saling Dorong dengan Polisi

Aksi Demo di Mapolda Sumbar: Massa Bawa Poster "Polda Busuk", Sempat Saling Dorong dengan Polisi

Massa aksi di mapolda Sumbar. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)

Langgam.id – Puluhan massa dari GMNI da Sapma yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sumbar Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumbar, Senin (29/6/2026). Situasi sempat memanas hingga massa saling dorong dengan polisi.  

Berdasarkan pantauan Langgam.id, massa aksi membentangkan sejumlah poster bertuliskan “Evaluasi Total Polda Sumbar”, “Polda Busuk”, serta berbagai tuntutan lainnya. Massa juga membakar ban bekas di depan pintu masuk Mapolda sebagai bentuk protes.

Polisi meminta massa memadamkan api dengan alasan pembakaran ban tidak diperbolehkan dilakukan di lokasi aksi. Situasi kemudian memanas. 

Massa aksi dan personel kepolisian sempat terlibat aksi saling dorong di tengah jalan. Untuk mengantisipasi kericuhan yang lebih besar, sejumlah personel polisi tampak mengenakan helm dan membawa tameng saat menghadapi massa.

Setelah dilakukan mediasi antara aparat kepolisian dan koordinator aksi, situasi kembali kondusif. Massa kemudian melanjutkan penyampaian orasi dan tuntutannya di depan Mapolda Sumbar dengan pengawalan aparat kepolisian.

Koordinator Lapangan, Mardian Susanto, mengatakan kedatangan massa aksi untuk mengeveluasi kinerja Polda Sumbar di momen bertepatan pada hari Bhayangkara ke 80 tahun.

“Kami ke sini juga mengevaluasi kinerja polisi sebab ini bertetapan dengan hari Bhayangkara,” kata Mardian.

Ia menegaskan, aksi yang dilakukan merupakan aksi damai dan bukan untuk membuat kerusuhan.

“Kami ke sini untuk aksi damai, bukan anarkis. Kami datang untuk meminta evaluasi terhadap Polri, bukan melakukan tindakan anarkis,” tegasnya.  

Mardian mengungkapkan, massa membawa sejumlah tuntutan terkait penegakan hukum di Sumbar. Di antaranya meminta Mabes Polri memeriksa mantan Kapolda Sumbar, mengusut aktor intelektual di balik pabrik narkoba di Kota Padang, serta memberantas praktik tambang ilegal di Sumatra Barat.

“Terutama untuk Kapolda Sumbar harus membarantas tambang ilegal yang ada di Sumbar, sebelum Sertijab Kapolda baru,” ungkapnya. (WAN) 

Baca Juga

Wakapolda Sumbar Minta Maaf Soal Insiden Kombes Teddy Cekcok-Pukul Pengendara
Wakapolda Sumbar Minta Maaf Soal Insiden Kombes Teddy Cekcok-Pukul Pengendara
LBH Padang menyoroti proses pencabutan terhadap 28 izin perusahaan. Terdiri dari 22 izin berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) hutan alam
Kombes Teddy Cekcok-Pukul Pengendara, LBH Padang: Gagalnya Reformasi Kepolisian
Cekcok-Pukul Pengendara Berakhir Damai, Dugaan Pelanggara Etik Kombes Teddy Tetap Jadi Catatan Propam
Cekcok-Pukul Pengendara Berakhir Damai, Dugaan Pelanggara Etik Kombes Teddy Tetap Jadi Catatan Propam
LBH Padang Soroti Proses Etik Kombes Teddy Usai Cekcok-Pukul Pengendara Berakhir Damai
LBH Padang Soroti Proses Etik Kombes Teddy Usai Cekcok-Pukul Pengendara Berakhir Damai
Kasus Kombes Teddy Cekcok-Pukul Pengendara Berakhir Damai, Laporan Bakal Dicabut
Kasus Kombes Teddy Cekcok-Pukul Pengendara Berakhir Damai, Laporan Bakal Dicabut
Intip Isi Garasi Kombes Teddy yang Cekcok-Pukul Pengendara: Ada Mazda Biante
Intip Isi Garasi Kombes Teddy yang Cekcok-Pukul Pengendara: Ada Mazda Biante