Akhirnya, Nenek Renowati Kembali Mendapatkan Hak Tanahnya

Akhirnya, Nenek Renowati Kembali Mendapatkan Hak Tanahnya

Renowati. (Irwanda/Langgam.id

Langgam.id - Wajah Renowati tampak sumringah. Perempuan berusia 70 tahun itu bisa melewati hari-hari tuanya dengan tenang, setelah mendapat kembali hak tanahnya seluas 3,5 hektare.

Tanah itu berada di sekitar kediaman nenek Renowati di Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Tujuh tahun lamanya atau sejak 2013, ia mencari keadilan hingga menang dalam sidang putusan banding baru-baru ini.

Sebelumnya, tanah itu diklaim dan sertifikatnya digandakan oleh seseorang yang masih satu kaumnya. Hal ini diketahui saat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang memberitahukan bahwa tanah warisnya memiliki sertifikat ganda.

Terjadinya sertifikat ganda, BPN beralasan karena ada laporan sertifikat asli yang hilang. Pihak BPN menyarankan Renowati untuk melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib.

Mendengar hal itu, Renowati mencoba membuat laporan ke Polsek Kuranji. Beberapa kali dirinya harus bolak-balik, namun laporan atas kasus tanahnya tak kunjung selesai dalam penyelidikan.

"Prosesnya tidak ada kelanjutan. Diam saja kasus laporan saya di Polsek itu," cerita Renowati saat ditemui langgam.id beberapa waktu lalu.

Sertifikat tanah yang asli yang dipegang Renowati bernomor HM No. 514 tahun 1980. Sedangkan yang palsu bernomor 2106, yang sama-sama dikeluarkan oleh BPN.

Renowati mengungkapkan, begitu banyak kejanggalan dalam sertifikat palsu tersebut. Misalnya, pada saksi penunjuk batas yang meninggal sebelum sertifikat palsu diterbitkan tahun 2006.

Akhirnya, ia mengetahui siapa dalang dibalik pemalsuan sertifikat tersebut, yang merupakan masih satu kaum dengannya. Kemudian Renowati melakukan upaya mediasi dengan mengumpulkan Penghulu Kaum, namun tidak juga menemukan jalan keluar.

Harapan Renowati untuk kembali memiliki haknya menemui jalan buntu. Bahkan sebagian dari tanah tersebut sudah ada yang dijual.

Pada awal 2018, Renowati bertemu dengan seseorang yang bernama Raventur N. Mendengar cerita dan perjuangan Renowati, ia terenyuh dan berniat membantu mencari keadilan.

Cerita Renowati itu disampaikan kepada Kapolda Sumbar kala itu, Irjen Pol Fakhrizal. Laporan yang awalnya ditangani Polsek, diambil alih Polda Sumbar.

Atas bantuan Fakhrizal, jalan terang keadilan akhirnya menemui Renowati. Kasus itu diproses dan dilimpahkan ke kejaksaan di tahun 2018. Kemudian, Renowati memenangkan persidangan pada 2019.

Kemudian, pihak tergugat kembali mengajukan banding. Hasil sidang banding Renowati kembali menang. Hasil putusan dikembalikan kepadanya sebagai saksi.

Renowati berurai air mata, kala dirinya memenangkan semua putusan pengadilan. Padahal, dirinya saat itu tidak sanggup memakai pengacara, sementara lawannya, memiliki pengacara sebanyak tiga orang. Selama persidangan, dirinya juga harus memakai kursi roda.

Kini, kedua sertifikat tanah itu telah kembali dipegang Renowati pada Senin (27/4/2020). "Jika bukan bantuan pak Fakhrizal belum tentu ini akan selesai. Enggak ada yang bisa kami balas jasanya. Semoga Allah SWT membalasnya," ujarnya. (Irwanda)

Tag:

Baca Juga

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat, saat ini sudah ada 175 bank sampah di daerah tersebut. Keberadaan bank sampah ini
Padang Miliki 175 Bank Sampah, Terbanyak di Kecamatan Pauh
Simulator golf telah hadir di Padang. Simulator golf ini hadir bersamaan dengan dibukanya Par Tee Kafe di Jalan Wahidin, dekat kantor PLN.
Ada Simulator Golf di Padang, Buka Mulai 1 Juni
Bertemu Direktur HK, Andre Rosiade: Tol Padang-Sicincin Masih Terganjal Pembebasan Lahan
Bertemu Direktur HK, Andre Rosiade: Tol Padang-Sicincin Masih Terganjal Pembebasan Lahan
Sekda Kota Padang, Andree Algamar. [Foto: Dok. Pemko Padang]
Andre Algamar Dilantik Jadi Pj Wali Kota Padang Besok
Geruduk Klinik Athena di Padang, Mahasiswa Minta Polisi Penjarakan dr Richard Lee
Geruduk Klinik Athena di Padang, Mahasiswa Minta Polisi Penjarakan dr Richard Lee
Buntut Rekayasa Pencurian, Mahasiswa Geruduk Klinik Athena Milik dr Richard Lee di Padang
Buntut Rekayasa Pencurian, Mahasiswa Geruduk Klinik Athena Milik dr Richard Lee di Padang