Air Terjun Lembah Anai Sering Meluap Pascagempa 2009, Ahli Geologi: Bisa Berulang

LEMBAH ANAI

Air Terjun Lembah Anai meluap akibat tingginya intensitas hujan di daerah itu dan aliran sungai terhalang kayu (Foto: Dok. Polres Padang Panjang)

Langgam.id – Volume air terjun Lembah Anai kembali meningkat drastis dan meluap ke jalan. Analisa ahli geologi, hal ini akibat rekahan batuan di daerah hulu setelah gempa 2009. Perlu antisipasi, karena bisa terjadi kembali.

Demikian dikatakan Ahli Geologi Ade Edward dalam perbincangannya dengan Langgam.id. “Fenomena air terjun lembah anai meluap terjadi sejak pascagempa 2009,” katanya, Senin (23/12/2019).

Menurut Ade, akibat getaran gempa 2009, terjadi peningkatan rekahan batuan pada kawasan terdampak gempa. “Sehingga terjadi peningkatan porositas dan permeabilitas tanah dan batuan di daerah hulu,” ujarnya.

Porositas dan permeabilitas yang meningkat itu, menurut Ade, menyebabkan daya serap juga meningkat. Namun, air yang terserap cepat keluar ke permukaan membentuk aliran permukaan. “Ketika hujan, air langsung meluap dan risiko longsor juga meningkat.”

Pada Maret 2010 beberapa bulan pascagempa yang terjadi pada 30 september 2009, terjadi longsor besar-besaran di Lembah Anai. Mulai dari Anai Resort sampai Bukit Berbunga Padang Panjang dan meluapnya air terjun.

“Sejak itu, air terjun Lembah Anai selalu meluap ketika hujan lebat di Gunung Tandikek, yang menjadi hulunya.”

Kondisi serupa, menurutnya, juga terjadi di beberapa jorong, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Agam yang berada di pinggir Danau Maninjau.

Ade mengatakan, butuh waktu sangat lama utk menjadi lebih padat lagi sehingga normal kembali seperti dulu. “Sehingga meluapnya air terjun Lembah Anai akan selalu terjadi ke depan,” tuturnya.

Menurutnya, sudah ada usulan sejak 2010 agar membenahi alur sungai air terjun tersebut, agar tidak meluap ke jembatan. “Karena bahaya untuk arus lalu lintas,” ujar mantan kepala Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Sumbar itu.

Masalahnya, jembatan di Lembah Anai itu jadi kompleks karena ada lintas kewenangan lembaga. Sungai kewenangan Balai wilayah sungai Kementerian PUPR. Jembatan jalan nasional kewenangan Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR,
jembatan kereta api di atasnya, kewenangan PT KAI, Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan. “Untuk membenahi spot itu, harus lintas sektor,” katanya.

Solusi untuk masalah tersebut, menurutnya, adalah dengan memperdalam sungai agar aliran air di bawah jembatan siap memampung luapan air terjun.

“Untuk perdalam sungai, maka konstruksi jembatannya harus diperbaiki. Bisa dengan memperdalam sungai di bawah jembatan atau bisa juga meninggikan jembatannya. Konsekuensinya, jembatan kereta api juga harus dinaikkan.”

Ia mengatakan, hanya hal tersebut yang bisa dilakukan. Karena arah hulu hulu tidak bisa diapa-apakan. Ia berharap lintas sektor bisa duduk bersama untuk membicarakan solusinya, bersama BNPB. Agar ke depan, bila air terjun meluap lagi, tak menimbulkan masalah yang bisa saja nanti akan menimbulkan korban. (HM)

Baca Juga

71 Tenaga Kerja Mandiri di Tanah Datar Terima Bantuan Kemenaker Rp355 Juta
71 Tenaga Kerja Mandiri di Tanah Datar Terima Bantuan Kemenaker Rp355 Juta
7 Nagari di Tanah Datar Terima Program Padat Karya Kebencanaan dari Kemenaker
7 Nagari di Tanah Datar Terima Program Padat Karya Kebencanaan dari Kemenaker
Pemkab Tanah Datar Sebut Progres Proyek Sabo Dam Sungai Jambu Capai 12 Persen
Pemkab Tanah Datar Sebut Progres Proyek Sabo Dam Sungai Jambu Capai 12 Persen
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kondisi Terkini Korban Selamat Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam di Tanah Datar 
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset. (Dok. Polisi)
7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal
Ilustrasi jenazah. (Dok. Langgam.id)
Petaka Asap Genset di Tanah Datar Saat Mati Listrik Massal, Dua Pelajar Meninggal Beda Sekolah