Air Dalam Sinkhole di Limapuluh Kota Semakin Meluap, DPRD Minta BPBD Surati Kementerian ESDM

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa fenomena amblesan (sinkhole) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua,

Fenomena amblesan (sinkhole) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Limapuluh Kota. [Foto: Fajar Rillah Vesky]

Limapuluh Kota – Fenomena sinkhole atau tanah tiba-tiba berlubang yang muncul di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB semakin mencengangkan masyarakat. Pasalnya, 24 jam setelah “lubang misterius” itu muncul tiba-tiba di dalam sawah, debit air dalam lubang semakin meluap, dan sudah menggenangi sawah yang sebelumnya retak-retak akibat kemarau.

“Iya. Air di dalam lubang, kini bertambah naik ke atas sawah. Airnya terlihat seperti air dalam telaga biru. Saya cemas, air yang naik membuat lubang tambah besar. Paman saya, Mak Etek Uwid, yang pertama kali melihat lubang muncul disertai bunyi bergemuruh, juga masih cemas,” kata Adrolmios alias Si Ad, 61, pemilik sawah kepada wartawan, Senin siang (5/1/2026).

Plt Wali Nagari Sirujuah Batua Emil Nofri Ihsan Dt Rajo Simarajo, dan Kepala Jorong Tepi, Salmi, membenarkan jika air dalam lubang yang diduga sinkhole itu semakin bertambah naik. Bahkan sudah menggenangi seluruh areal sawah. Untuk antisipasi dan menjaga keamanan ribuan warga yang datang silih berganti, Polsek Situjuah Limo Nagari tak hanya memasang police line, tapi juga menerjunkan personel untuk berjaga di lokasi.

Anggota Komisi DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang berada di lokasi meminta BPBD Limapuluh Kota sebagai mitra kerjanya di Komisi II Bidang Ekonomi Pembangunan, Kebencanaan, dan Lingkungan Hidup, agar menyurati Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Langkah ini penting untuk antisipasi dan penanganan bencana.

“Koordinasi lisan yang sudah dilakukan BPBD Limapuluh Kota, perlu diiiringi dengan bersurat kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM, agar menurunkan ahli untuk meneliti fenomena alam ini. Sehingga dengan kajian ahli, pemda bisa beri solusi dan ambil langkah antisipatif. Supaya warga tak cemas dan tak muncul spekulasi liar,” kata Fajar Rillah Vesky.

Meski fenomena alam ini terjadi pada awal tahun anggaran pemda. Tapi, menurut Fajar Rillah Vesky, kajian cepat dan tindakan kedaruratan bencana, harus tetap diambil BPBD dan OPD pengampu SPM layanan sosial. Termasuk, memberi bantuan tanggap darurat, buat penggarap sawah yang tak bisa beraktifitas ekonomi. Karena sawahnya terus didatangi oleh ribuan masyarakat yang penasaran dengan fenomena alam ini. (*/Yh).

Baca Juga

Seorang warga negara Norwegia bernama Gabriel Wilhelm Kieeland (71 tahun) ditemukan meninggal di aliran sungai di Nagari Pangkalan, Kecamatan
Sempat Ditangkap Satpol PP, Pengamen Pasar Raya Padang Meninggal Tak Wajar
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400/1140 /Kesra/XII-2023 tentang Pergantian Tahun Baru Masehi di
Libur Lebaran, 70 Ribu Kendaraan Masuk Bukittinggi Setiap Hari
BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatra Barat pada September 2025 melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau
Arus Balik Lebaran, Tiket Pesawat Padang-Jakarta Ludes Terjual
Ribuan Warga Agam Salat Id di Halaman Kantor Bupati
Ribuan Warga Agam Salat Id di Halaman Kantor Bupati
Satlantas Polres Kota Padang Panjang melakukan uji coba pembukaan jalur Padang-Bukittinggi jalur Lembah Anai untuk kendaraan roda dua Senin (8/12/2025).
Mudik Lebaran, Sistem Oneway Lembah Anai Berlaku Mulai H-2 Idulfitri
PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis
PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis