Agen Travel dari Amerika Kagumi Istano Basa Pagaruyung

PalantaLanggam - Istano Basa Pagaruyung merupakan salah satu dari lebih kurang 150 destinasi wisata di Tanah Datar. Bangunan yang menjadi lambang kebesaran adat dan budaya Minangkabau ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut Jesse Guara, wakil dari American Society Of Travel Agents (ASTA) dari Chicago, Amerika Serikat yang Senin lalu mengunjungi Istano Basa Pagaruyung bersama rombongan Familiarization Trip (Fam Trip) mengaku terkesima dengan suasana budaya Minangkabau yang masih sangat kental dan sarat akan makna.

"Saya kaget dengan apa yang kami lihat hari ini. Kami tidak menyangka kedatangan kami disambut baik oleh pemerintah setempat. Apa yang kami temui disini, ceritanya akan kami bawa ke Amerika Serikat untuk membawa kunjungan yang lebih besar lagi ke sini," ungkap Jesse Guara, sebagaimana dicuplik dari laman tanahdatar.go.id,

Kepada mereka, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi menjelaskan sejarah singkat Istano Baso Pagaruyung sebagai pusek jalo pumpunan ikan, pusat adat dan budaya Minangkabau di Sumatera Barat serta memperkenalkan Desa Terindah di Dunia, Pariangan versi majalah travel Budget kepada rombongan Fam Trip asal Chicago AS.

"Selamat datang di Tanah Datar, yang memiliki lebih kurang 150 destinasi wisata, tersebar di 14 kecamatan,  Istano Basa Pagaruyung salah satunya. Nikmatilah suasana adat budaya Minangkabau di Istano Basa Pagaruyung ini, jika pelayanan kami kurang menyenangkan beritahu kami segera, jika pelayanan kami memuaskan beritahu sanak famili anda untuk berkunjung ke Tanah Datar," ujar Irdinansyah.

Sementara itu, Dini S. M. Arief dari Sub Direktorat II Hubungan Ekonomi dan Pembangunan Republik Indonesia (RI)-Amerika Serikat (AS) dari Kementrian Luar Negeri RI mengatakan rombongan tersebut bagian ASTA yang bisa  memberikan masukan dan penilaian destinasi wisata, dari hasil itu bisa menjadi referensi bagi pelaku usaha maupun wisatawan Mancanegara itu sendiri.

"Kami memilih secara selektif delegasi yang hadir pada saat ini, sebagai bagian dari kegiatan Fam Trip dari Chicago, AS, bertujuan untuk mengenalkan potensi wilayah, nantinya dapat dipublikasikan di AS dengan harapan, menarik wisatawan AS yang lebih banyak lagi. Saat ini 10 persen wisatawan AS yang keluar itu ke Asia, di tahun 2017 baru 344 ribu wisatawan asing, sementara tahun ini target pemerintah itu sekitar 20 juta wisatawan, dengan melakukan kegiatan ini, kita optimis dapat mencapai target tersebut," bebernya.

Selama berada di Istano Basa Pagaruyung  rombongan tersebut menikmati seluruh agenda yang ada, memakai Baju Kuruang, Makan Bajamba dan lainnya. Di akhir pertemuan Irdinansyah Tarmizi memberikan cindera mata berupa senjata khas Minangkabau yaitu Kurambiak yang disebut-sebut sebagai salah satu senjata mematikan, berbentuk lengkung dengan gangang yang berlubang.

Turut hadir pada saat itu Asisten Ekobang Edi Susanto, Kepala Dinas Parpora Abdul Hakim, Kepala Dinas PUPR Tanah Datar Nofi Hendri, Kepala Dinas Koperindag Marwan, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Daryanto Sabir, Kepala Dinas PMDPPKB Nofenril, Kepala Kesbangpol Irwan, Kabid Pariwisata Yendra Aprillia, Kabag Humas dan Protokol Syahril dan Plt. Kabag Umum Iskandar Sagita.

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Wapres Buka Minangkabau Halal Festival 2023
Wapres Buka Minangkabau Halal Festival 2023
Bicara hiburan tradisional anak nagari Minangkabau, kita akan mengingat beberapa nama permainan yang barangkali sudah jarang didengar
Tang-tang Buku: Mengingat Permainan Tradisional Anak Nagari Minangkabau
Perceraian dan Kesekaratan Rumah Tangga
Perceraian dan Kesekaratan Rumah Tangga
Jejak Minangkabau di Kuwus Manggarai Barat
Jejak Minangkabau di Kuwus Manggarai Barat
Masyarakat Minang di Singapura
Masyarakat Minang di Singapura
Meminangkan Perantau Minang
Meminangkan Perantau Minang