Ada 81 Lansia di Pesisir Selatan Berumur 100 Tahun, Tertua 109 Tahun

Ada 81 Lansia di Pesisir Selatan Berumur 100 Tahun, Tertua 109 Tahun

Ilustrasi lansia. (Foto: Pixabay)

Langgam.id – Sebanyak 81 orang warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) berumur panjang hingga berusia 100 tahun atau lebih. Mayoritas warga lanjut usia (lansia) ini adalah perempuan, dan yang tertua bahkan berumur 109 tahun.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pengumpulan Data Disdukcapil Kabupaten Pesisir Selatan, Hayatul Fitri, mengatakan 81 lansia ini tersebar di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan.

Terbanyak, lansia berusia 100 tahun atau lebih itu tercatat di Kecamatan Batang Kapas berjumlah 15 orang. Mayoritas mereka berasal dari keluarga menengah ke bawah.

“81 lansia ini menunjukkan telah melebihi rata-rata harapan hidup di Indonesia,” kata Fitri, Selasa (4/2/2025).

Menurut Fitri banyak faktor seseorang mampu berumur panjang, terutama tentang pola hidup. Termasuk, perhatian pemerintah daerah tentang kesehatan dan kesejahteraannya mereka.

“Faktor kejiwaan juga mungkin ada, mereka tenang. Sehingga mereka mempunyai berumur panjang,” ungkapnya.

Fitri menambahkan dari 81 lansia tersebut, 55 orang di antaranya adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa perempuan lebih banyak berumur panjang.

“Menarik memang ternyata dari 81 lansia berumur 100 tahun atau lebih itu banyak perempuan,” ucapnya.

Dari data Disdukcapil semester II tahun 2024, jumlah penduduk Kabupaten Pesisir Selatan yakni 533.786 warga yang terdiri dari 267.507 pria dan 266.279 perempuan.

Dari puluhan lansia berumur panjang itu, tertinggi berusia 109 tahun. Sementara yang terbanyak berusia 101 tahun dengan jumlah 14 orang. (*/Fs)

Baca Juga

Tersangka penganiayaan anak berusia tiga tahun saat diamankan polisi. (Foto: Polres Solok)
Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok
Petani berajalan di antara lahan sawah yang masih tertimbun material sisa banjir bandang di Kabupaten Solok, Rabu (7/4/2026). Abdul Latif
Perbaikan Sawah Pascabencana Lambat: Ekonomi Petani Terhimpit, Musim Panen Terancam
Wakop di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar
Viral Warkop di Zona Terlarang Lembah Anai, Walhi Sumbar Sebut Pelanggaran
Oktavinus Warga Nagari Manggu Tana mengumpulkan pasir yang menimbun sawah usai diterjang banjir bandan, Senin 30 Maret 2026. Abdul Latif
Saat Petani Solok Bertahan Hidup dari Sisa Bencana
Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)
Jembatan Darurat Rusak Lagi, Putus Akses 3 Nagari di Padang Pariaman hingga Menyeberang Pakai Rakit
Berita Pessel - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang tukang ojek ditangkap diduga melakukan pencabulan anak di bawah umur
Paman di Tanah Datar Cabuli dan Perkosa Keponakan: Tangan Diikat, Mulut Dibekap