Langgam.id – Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Sumatera Barat menggelar rapat koordinasi (Rakor) sebagai langkah mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XVI Tahun 2026.
Rakor yang berlangsung di Gedung DPRD Sumbar, Sabtu (4/7/2026), itu difokuskan untuk menyamakan persepsi terkait regulasi dan teknis pertandingan cabang olahraga bola tangan yang untuk pertama kalinya akan dipertandingkan di ajang Porprov.
Ketua Pengprov ABTI Sumbar, Muhayatul, mengatakan Rakor menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh pengurus kabupaten dan kota dalam menyukseskan pelaksanaan cabang bola tangan pada Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada 3–14 Oktober 2026.
“Kenapa ada Rakor ABTI? Supaya ada visi, pemahaman, dan pandangan yang sama untuk menghadapi Porprov nanti,” kata Muhayatul saat membuka Rakor.
Menurutnya, karena bola tangan masih tergolong cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Sumatera Barat, maka seluruh regulasi dan aturan teknis perlu dipahami secara bersama. Dengan begitu, pelaksanaan pertandingan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan perbedaan persepsi di internal organisasi.
Ia menegaskan, ABTI Sumbar mengusung semangat sukses penyelenggaraan sekaligus sukses pembinaan atlet melalui Porprov 2026. Kehadiran bola tangan di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu diharapkan menjadi awal lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Kalau pandangan kita di internal sudah sama dan kuat, saya yakin persiapan menuju Porprov akan berjalan sesuai harapan. Ke depan kita ingin melahirkan atlet-atlet bola tangan Sumbar yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Selain mempersiapkan Porprov, ABTI Sumbar juga menyusun strategi pembinaan jangka panjang dengan memperluas pengenalan olahraga bola tangan di lingkungan sekolah, khususnya SMA dan SMK. Organisasi tersebut bahkan menyatakan kesiapan memberikan pelatihan kepada guru pendidikan jasmani agar cabang olahraga itu semakin dikenal di kalangan pelajar.
“Target kita bagaimana melalui sekolah-sekolah di Sumbar nantinya lahir atlet-atlet bola tangan terbaik,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov ABTI Sumbar, Septri, mengatakan Rakor menjadi forum penting untuk menyempurnakan regulasi dan petunjuk teknis pertandingan yang akan diterapkan saat Porprov. Seluruh masukan dari pengurus cabang (Pengcab) ABTI kabupaten dan kota dihimpun sebagai bahan penyempurnaan Technical Handbook (THB).
“Rakor ini membahas seluruh hal teknis terkait pelaksanaan pertandingan bola tangan di Porprov. Alhamdulillah, semua masukan dari Pengcab sudah kami tampung untuk menyempurnakan Technical Handbook,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Rakor, Seprinaldi, menambahkan sejumlah poin penting berhasil disepakati dalam forum tersebut. Ia mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta yang dinilai memberikan kontribusi positif terhadap penyempurnaan regulasi pertandingan.
“Kami mengapresiasi antusiasme seluruh Pengcab. Masukan-masukan inilah yang kami butuhkan untuk menyempurnakan teknis pelaksanaan cabang bola tangan pada Porprov nanti,” katanya.
Cabang olahraga bola tangan menjadi salah satu nomor yang untuk pertama kalinya dipertandingkan pada Porprov Sumbar XVI 2026. Karena itu, ABTI Sumbar menilai persiapan yang matang sejak dini menjadi kunci agar pelaksanaan pertandingan berjalan lancar sekaligus menjadi tonggak pengembangan olahraga bola tangan di Ranah Minang. (HER)





