Gempa 2,9 Magnitudo Kejutkan Warga Padang Panjang

Gempa 2,9 Magnitudo Kejutkan Warga Padang Panjang

Titik gempa (BMKG Padang Panjang)

Langgam.id – Gempabumi berkekuatan 2,9 magnitudo mengguncang Kota Padang Panjang, Sumatra Barat (Sumbar) sekitar pukul 09.58 WIB, Minggu (23/6/2019).

Sejumlah netizen asal Kota Padang Panjang cukup menghebohkan jagad media sosial (medsos) facebook. Menurutnya, getaran gempa cukup terasa di beberapa daerah Padang Panjang.

“Gempa terasa sekejap di Aia Angek Koto Baru Padang Panjang. Di Kotanya juga terasa,” kata Emen di akun medsosnya.

“Mungkin karena gempa dangkal dan pusatnya dekat makanya getaran gempa terasa di Padang Panjang,” ulas netizen lainnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat, gempabumi ini berlokasi di 0,45 LS, 100,42 BT atau 3 kilometer Timur Laut Padang Panjang di kedalaman 5 kilometer. Namun, pihak BMKG belum merilis apakah gempabumi tersebut menimbulkan dampak kerusakan atau tidak. (*/RC)

Baca Juga

Arus Lalu Lintas Padang-Padang Panjang di Lembah Anai Dialihkan, Ini Penyebabnya
Arus Lalu Lintas Padang-Padang Panjang di Lembah Anai Dialihkan, Ini Penyebabnya
Ulya Kireina Halim saat bersalaman dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, disela pemusatan latihan Paskibraka Nasional 2026. (Dok.Pribadi)
Kisah Ulya Paskibraka Nasional dari Padang Panjang: Gugup Bertemu Prabowo, Berdoa Masuk Istana!
Dramatis! Evakuasi Korban Terjepit Truk Kecelakaan di Silaing Bawah Berlangsung 4 Jam
Dramatis! Evakuasi Korban Terjepit Truk Kecelakaan di Silaing Bawah Berlangsung 4 Jam
Korban Terjepit Dinyatakan Meninggal, Begini Kronologi Truk Ice Crem Masuk Jurang di Silaing Bawah
Korban Terjepit Dinyatakan Meninggal, Begini Kronologi Truk Ice Crem Masuk Jurang di Silaing Bawah
Truk Bermuatan Ice Crem Masuk Jurang di Silaing Bawah, Satu Korban Terjepit
Truk Bermuatan Ice Crem Masuk Jurang di Silaing Bawah, Satu Korban Terjepit
Sumbar Diguncang 2 Gempa dalam 3 Hari, Pengamat: Peta Risiko Harus Jadi Kebijakan
Sumbar Diguncang 2 Gempa dalam 3 Hari, Pengamat: Peta Risiko Harus Jadi Kebijakan