PT Semen Padang Ekspor 1,58 MT Semen dan Klinker Selama 2020

PT Semen Padang

PT Semen Padang Ekspor semen dan klinker

Langgam.id – PT Semen Padang telah mengekspor 1,58 juta Metric Ton (MT) semen dan klinker sepanjang 2020.

Senior Manager of Export Sales Semen Indonesia Group Fifit Abriyanto mengatakan, semen dan klinker tersebut diekspor ke Bangladesh, China, Malaysia, Myanmar, Philipina, Australia, Maldives dan Sri Lanka.

“Untuk semen, kami mengekspor 2 tipe, yaitu tipe OPC Type I Grade 52,5N dan OPC Type I Grade 42,5N,” kata SVP of Sales PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Rahman Kurniawan, Selasa (4/1/2021).

Ia menjelaskan, ekspor klinker paling dominan ke Bangladesh, Myanmar, China, Malaysia dan Philipina. Sedangkan untuk semen, paling dominan ke Australia, Maldives dan Sri Langka.

“Total semen yang diekspor selama 2020 sebanyak 200 ribuan MT dan klinker 1,35 juta MT,” ujarnya.

Ia menarget pada tahun 2021, PT Semen Padang akan terus meningkatkan ekspor semen dan klinker dengan memperluas pangsa pasar dunia.

“Karena pandemi ini dampaknya luar biasa sekali ke ekonomi dunia. Mudah-mudahan, pandemi ini cepat berlalu supaya ekspore 2021 bisa lebih tinggi dari 2020,” katanya.(*/Ela)

Baca Juga

TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto saat memberikan penjelasan tentang izin pertambangan rakyat.
Solar Langka, Dinas ESDM Sumbar Dorong Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran 
Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
10 Fakta Mencemaskan Kekerasan Anak di Sumbar yang Naik Drastis, Korban Dilecehkan hingga Disiksa Ayah Kandung
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda