Kejar Layangan, Bocah 12 Tahun di Padang Meninggal karena Kesetrum

LAYANGAN

Ilustrasi Bermain Layangan (Foto: cocoparisienne/pixabay.com)

Langgam.id – Akibat mengejar layangan, seorang bocah umur 12 tahun bernama Fakhri menghembuskan napas terakhirnya usai kesentrum aliran listrik di salah satu atap rumah warga di Kawasan Kampung Durian, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) hari ini, Kamis (24/9/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Diketahui, korban awalnya mengejar layangan yang putus, kemudian memanjat atap rumah warga. Namun malang, bocah yang merupakan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Air Camar itu tak sengaja menyentuh kabel yang memiliki daya tegangan tinggi.

“Korban ini merupakan warga Kecamatan Lubuk Begalung, dia mengejar layang-layang sampai ke kawasan Kecamatan Padang Timur. Manjat atap rumah warga, kemudian kesetrum,” ujar Kapolsek Padang Timur, AKP Afrides Roema saat dihubungi Langgam.id, Kamis (24/9/2020).

Afrides tak merinci kabel jenis apa yang tersentuh oleh korban. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr Reksodiwiryo, korban telah dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, jenazah korban telah didampingi pihak keluarga.

“Apakah meninggal di lokasi kejadian atau di rumah sakit saya kurang tahu persis, karena anggota yang di lapangan. Yang jelas, korban saat di rumah sakit sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Baca Juga: Remaja di Padang Tersengat Listrik Gara-gara Mengejar Layangan

Bermain layang-layang saat ini memang sedang marak di Kota Padang, bahkan tak sedikit warga yang beramai-ramai mengejar layangan putus. Namun, juga masih banyak yang mengabaikan keselamatan saat mengejar layangan.

Bahkan, kejadian yang sama (kesentrum) sudah berulang terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa juga menimpa seorang warga, ia juga kesetrum karena mengejar layangan, hal itu terjadi pada 5 Agustus 2020 di kawasan Simpang Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Namun, saat kejadian itu, korban bernama Irsyad (20) masih beruntung, ia selamat usai kesentrum aliran listrik. Tapi, korban mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian betis dan pundaknya. (Irwanda/ZE)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre