Buntut Persoalan Injil Berbahasa Minang, Ade Armando Dilaporkan ke Polda Sumbar

Bakor KAN Sumbar dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau mendatangi Polda Sumbar untuk melaporkan Ade Armando terkait persoalan aplikasi kitab Injil berbahasa Minang. (Foto: Irwanda)

Bakor KAN Sumbar dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau mendatangi Polda Sumbar untuk melaporkan Ade Armando terkait persoalan aplikasi kitab Injil berbahasa Minang. (Foto: Irwanda)

Langgam.id – Pakar Komunikasi Indonesia Ade Armando, dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (9/6/2020). Dia dipolisikan atas postingannya di akun media sosial (medsos) tentang persoalan aplikasi kitab Injil berbahasa Minang.

Laporan itu dilakukan oleh Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (Bakor KAN) Sumbar dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau. Dua organisasi ini mendatangi Polda Sumbar sekitar pukul 14.15 WIB lengkap mengenakan pakaian adat Minangkabau.

Adapun postingan di akun Facebook pribadi Ade Armando yang dilaporkan dua organisasi tersebut, di antaranya mempermasalahkan kata-kata yang ditulisnya. Kata-kata menindaklanjuti pemberitaan tentang Gubernur Sumbar menyurati Menkominfo minta aplikasi Injil berbahasa Minang dihapus.

Berikut tulisan Ade Armando di akun Facebooknya:

Lho ini maksudnya apa? Memang orang Minang nggak boleh beragama Kristen? Kok Sumatra Barat jadi provinsi terbelakang seperti ini sih? Dulu kayaknya banyak orang pinter dari Sumatra Barat. Kok sekarang jadi lebih kadrun dari kadrun?

Tulisan Ade Armando ini disertai dengan link pemberitaan yang keluar di salah satu media online.

Menurut Koordinator Kuasa Hukum Pelapor Wendra Yunaldi, terdapat 15 penasehat hukum yang menandatangani dan mendampingi kasus pelaporan ini. Untuk pelapor sebetulnya banyak secara pribadi, namun secara sah hanya dua organisasi yang sudah memiliki kekuatan hukum.

Wendra berpendapat, dalam kebebasan berpendapat itu dijaga. Namun dalam kebebasan berbicara jangan sampai menimbulkan SARA.

“Kita orang Minang menghargai kebebasan berbicara, tapi jangan masuk dalam unsur bersifat SARA. Kita di Sumbar tenang, di Minang tenang, selama ini, menerima baik orang dengan baik. Namun jangan ada pancingan yang tidak diinginkan di Sumbar,” kata Wendra kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, dalam postingan Ade Armando terdapat unsur penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap orang Minang. Paling tidak hari ini kegaduhan di media sosial dan diharapkan tidak sampai ke hal yang lain.

“Kita lihat seleweran berita kemudian menuduh Minangkabau tanpa memahami Minangkabau. Laporan ini sengaja dibuat di Polda Sumbar, kalau tidak dalam keadaan pandemi, kami akan berangkat ke Jakarta melaporkan ke Mabes,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Wendra beserta kleinnya masih membuat laporan polisi. Usai dari Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), rombongan terlapor berpindah ke lantai tiga unit Cyber Ditreskrimsus. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Kakek di Padang Cabuli Gadis Hingga Hamil
Penyelidikan Dugaan AKBP F Lecehkan Polwan Dibuka Lagi, LBH Padang Desak Polisi Terapkan UU TPKS
Polisi Soal Sumber Emas WN India: Diduga dari Tambang Ilegal di Sijunjung dan Solok
Polisi Soal Sumber Emas WN India: Diduga dari Tambang Ilegal di Sijunjung dan Solok
investasi, investasi emas
WN India Tampung-Jual Emas Ilegal Asal Sumbar untuk WN Malaysia
Polisi Ringkus WN India Bawa Emas Ilegal 1,5 Kg di Solok
Polisi Ringkus WN India Bawa Emas Ilegal 1,5 Kg di Solok
Temukan Barcode Ganda hingga Tangki Modif Sidak SPBU, Polda Sumbar Lakukan Pendalaman Kasus
Temukan Barcode Ganda hingga Tangki Modif Sidak SPBU, Polda Sumbar Lakukan Pendalaman Kasus
Sidak SPBU, Polda Sumbar Temukan Barcode Ganda hingga Tangki Dimodifikasi
Sidak SPBU, Polda Sumbar Temukan Barcode Ganda hingga Tangki Dimodifikasi