Gubernur Sebut Ribuan Orang Masuk Sumbar di Tengah Badai Corona

Satgas Penanganan Virus Corona Sumbar

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Foto: Rahmadi)

Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno memperkirakan jumlah pendatang yang masuk melalui wilayah perbatasan sudah mencapai ribuan orang sejak mewabahnya isu virus corona (covid-19). Dengan begitu, pihaknya akan lebih memperketat pengawasan di daerah perbatasan.

Salah satunya, dengan membatasi pendatang secara selektif. Upaya ini juga akan dibantu pihak kepolisian serta TNI di semua wilayah perbatasan Sumbar dengan provinsi lain.

“Kami perlu lakukan pembatasan arus masuk ke Sumbar melalui darat, udara dan laut. Memang lockdown belum ada, tapi tindakan ini harus dilakukan untuk mengurangi terjangkitnya daerah akan covid-19,” kata Irwan dalam rilis yang diterima Langgam.id, Minggu (29/3/2020).

Irwan meminta semua bupati serta wali kota di wilayah perbatasan untuk melakukan tindakan pembatasan dan penyaringan orang masuk ke Sumbar. Sementara untuk daerah lainnya melakukan karantina arus orang yang masuk.

“Sesuaikan dengan protap orang masuk ke dalam wilayah kita, selama 14 hari harus di karantina terlebih dahulu. Untuk mencegah dan menangani penyebaran covid-19, pemerintah kabupaten dan kota se-Sumbar harus sama persepsi dan bekerjasama dengan baik,” katanya.

Irwan juga meminta pemerintah kabupaten dan kota segera melakukan rasionalisasi penganggaran, serta cepat melakukan pengadaan kebutuhan sesuai revisi APBD berdasarkan peraturan PMK nomor 6 tahun 2020 dan Permendagri nomor 20 tahun 2020.

Intinya, kata Irwan, negara dapat melaksanakan revisi APBD dengan fokus meningkatkan kapasitas dalam rangka meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam rangka menangani covid-19 dan juga kampanye, serta pergunakan dana tak terduga, sesuai kebutuhan.

“Jangan ada lagi alasan daerah tidak ada pembiayaan dalam penanganan penyebaran Covid-19 ini. Pergerakan arus kedatangan dari delapan pintu masuk ke Sumbar harus dikendalikan,” tuturnya. (“/Irwanda/ICA)

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak