Lantai Rumah Warga di Padang Keluarkan Hawa Panas dan Asap

HAWA PANAS

Hawa panas yang keluar dari lantai rumah warga di Padang (Foto: Istimewa)

Langgam.id – Fenomena langka terjadi di salah satu rumah warga di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), lantai kramik di rumah milik Mawardi (58) yang berada di Pasia Jambak, RT 3, RW 10, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah megeluarkan hawa panas, bahkan sesekali muncul asap.

Menurut Mawardi, rumah tersebut dihuni tiga orang anaknya, sementara ia sejak pensiun menetap di Pekanbaru, Riau. Hawa panas dari lantai kramik rumah itu sudah terasa sejak satu bulan.

Awalnya, kata Mawardi, ia ditelepon anaknya, bahwa ada hawa panas yang keluar dari lantai rumah. Dia belum mengetahui apa yang menjadi penyebab panas tersebut. Ketika diinjak, katanya, terasa panas dan jika lama-lama bisa timbul asap.

“Selain ada asap, hawa juga menimbulkan bau menyengat. Kemudian sudah diperiksa, juga tidak ada aliran kabel listrik di bagian bawah,” ujarnya kepada Langgam.id, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, bau menyengat itu seperti bau saat menyalakan korek api. Sebelumnya juga telah dicoba dengan memasak telur, telur itu masak.

“Kita ambil positifnya saja, warga sekitar juga sudah kita beri tahu,” katanya.

Dikatakan Mawardi, ia menyerahkan ke dinas terkait untuk memeriksa fenomena lantai panas di rumahnya tersebut. “Bagaimana nantinya, nanti bisa kita bicarakan, kami sangat mengharapkan itu dan kami siap dengan apapun yang terjadi dan siap membantu,” jelasnya.

Sementara, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi untuk pemantauan. Namun, belum ada kesimpulan terkait fenomena yang terjadi.

“Kesimpulannya belum didapat, apakah itu karena memang ada gas atau ada kabel listrik di bawah tanah, itu belum diketahui,” ujarnya kepada Langgam.id, Sabtu, (22/2/2020).

Hingga saat ini, menurut Sutan Hendra, panas tersebut terasa dalam radius 3 meter. Kondisi tersebut masih terpantau aman, baik bagi pemilik rumah maupun warga sekitar.

“Memang lantainya kalau diinjak itu terasa panas, lantainya dari keramik, tapi masih aman,” ucapnya.

BPBD Kota Padang, katanya, juga sudah melaporkan kejadian itu ke BPBD Provinsi, juga melaporkan ke Dinas Energi Sumberdaya Mineral Sumbar agar dicari tahu tentang fenomena itu.

“Mereka nanti ke lapangan mencari tahu soal itu, soalnya mereka yang punya alatnya,” katanya. (Rahmadi/ZE)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre