Kualitas Udara Sumbar: Kota Padang dan Dharmasraya Catat Pencemaran Tertinggi

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang

Kondisi Kota Padang Panjang yang diselimuti kabut asap. [foto: Kominfo Padang Panjang]

Langgam.id – Pantauan kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) melalui situs IQAir, Sabtu (17/10/2026) pagi, menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Kota Padang mencatat indeks kualitas udara tertinggi dalam kategori sangat tidak sehat, sementara sejumlah daerah lain berada pada kategori tidak sehat.

Berdasarkan data IQAir pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Kota Padang mencapai 225 dengan kategori sangat tidak sehat. Konsentrasi polutan utama PM2.5 tercatat sebesar 149,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Sementara itu, di Kota Pariaman, indeks kualitas udara pada pukul 07.00 WIB tercatat 132 dengan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Konsentrasi PM2.5 mencapai 48 µg/m³, dengan suhu 27 derajat Celsius, kecepatan angin 5 kilometer per jam, dan kelembapan 81 persen.

Kondisi serupa juga terpantau di Lubuk Basung, Kabupaten Agam. IQAir mencatat indeks kualitas udara sebesar 132 dengan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Konsentrasi PM2.5 berada pada angka 48,2 µg/m³.

Di Kota Bukittinggi, indeks kualitas udara mencapai 165 dengan kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 76 µg/m³ berdasarkan pemantauan pukul 07.00 WIB.

Kota Padang Panjang mencatat indeks kualitas udara 167 dengan kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 77,9 µg/m³.

Sementara itu, di Arosuka, Kabupaten Solok, indeks kualitas udara tercatat 159 dengan kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 berada pada angka 67,7 µg/m³.

Di Kota Solok, indeks kualitas udara mencapai 168 dengan kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 80,3 µg/m³.

Adapun di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, indeks kualitas udara mencapai 175 dengan kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 90,5 µg/m³ berdasarkan data pukul 07.00 WIB.

PM2.5 merupakan partikel polusi udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan.

Penggunaan masker dan membatasi aktifitas diluar ruangan menjadi salah satu opsi yang dapat dilakukan oleh masyarakat demi menjaga Kesehatan diri serta keluarga. (HER)

Tag:

Baca Juga

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Kabut Asap Makin Tebal, Kualitas Udara Sejumlah Daerah di Sumbar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Pelaku Usaha Sebut Sektor Pariwisata Sumbar Mulai Terganggu Kabut Asap
Pelaku Usaha Sebut Sektor Pariwisata Sumbar Mulai Terganggu Kabut Asap
Pagi Ini, Kualitas Udara Padang Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Pagi Ini, Kualitas Udara Padang Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Kualitas Udara Sumbar Pagi Ini: Dhamasraya Masuk Kategori Tidak Sehat
Cerita Wali Murid dan Siswa di Padang, Tugas Menumpuk Saat Belajar dari Rumah karena Kabut Asap
Cerita Wali Murid dan Siswa di Padang, Tugas Menumpuk Saat Belajar dari Rumah karena Kabut Asap
Kota Padang Terapkan PJJ 9-10 Oktober akibat Kabut Asap
Kota Padang Terapkan PJJ 9-10 Oktober akibat Kabut Asap