Pelaku Usaha Sebut Sektor Pariwisata Sumbar Mulai Terganggu Kabut Asap

Pelaku Usaha Sebut Sektor Pariwisata Sumbar Mulai Terganggu Kabut Asap

Objek wisata Pantai Air Manis. (Foto: dok. Kominfo)

Langgam.id -Kabut asap yang menyelimuti Sumbar mulai berdampak ke beberapa ranah salah satunya pariwisata, hal tersebut dibenarkan oleh Ketua ASITA Sumbar Nadirsyah Bakri, Kamis (15/10/2026).

Kepada Langgam.id ia mengatakan saat ini banyak masyarakat yang menahan diri untuk reservasi paket-paket liburan di Sumbar saat kabut asap seperti sekarang ini.

“Untuk reservasi-reservasi yang berjalan saat ini itu dari sejak sebelum kabut asap melanda dan saat kabut asap seperti sekarang reservasi yang tiketnya belum diterbitkan itu cenderung menahan kegiatan terutama tamu dari Malaysia yang dimana mereka juga terdampak,”ungkapnya.

Tidak hanya tamu dari Malaysia, pengunjung dari riau dan jambi juga cenderung menahan diri untuk melakukan kegiatan wisata ke Sumbar.

“Sementara penurunan seperti itu saja namun reservasi baru tidak ada yang masuk, kecuali memang orang kedinasan, catring atau meeting, namun untuk pariwisata murni mereka masih menunda perjalanan,”ujarnya.

Sebagai ketua ASITA Sumbar Nadirsyah mengatakan kondisi kabut asap ini sangat berdampak bagi para anggota mereka yang mayoritas merupakan pelaku usaha yang bergerak dipenyedia layanan wisata.

“Banyak dari anggota kita mengeluhkan kondisi kabut asap saat ini Karena masih belum ada perubahan, potensi terkena penyakit saluran pernafasan juga semakin meningkat, kita Ketika melaksanakan perjalanan wisatawan mayoritas adalah outdor,”tambahnya.

Ia juga mengatakan pad kondisi ini juga tidak memungkinkan para pengunjung diharuskan menggunakan masker setiap kegiatan berlansung terlebih hal itu mengurangi kenyamanan para wisatawan yang datang ke Sumbar.

“Kita memiliki destinasi kuliner, setiap pengunjung yang datang ke sumbar itu pastinya mereka akan pergi untuk destinasi kuliner. Disamping itu dalam perjalanan kita usahakan yang instagramable namun dengan kabut asap saat ini seperti membawa kita ke suasana covid lagi,”tuturnya.

Senada Agung Pebe salah seorang pengusaha dibidang tour dan travel juga mengeluhkan hal yang sama. Kondisi asap ini cukup mengangu kunjungan para wisatwan.

“Kalau Mengangu kenyamanan pasti, namun Alhamdulillah yang sudah booking tiket tidak ada pembatalan tapi minusnya yang belum memutuskan untuk berlibur pasti mempertimbangkan kondisi asap hari ini,”ujarnya.

Ia juga mengatakan mayoritas turis asal Malaysia yang berkunjung ke Sumbar rata-rata berumur 50 tahun keatas, tentunya faktor kabut asap menjadi perhatian dari para wisatawan terlebih menyingung persoalan Kesehatan.

Sebagai pelaku dunia pariwisata ia mengharapkan agar kondisi kabut asap bisa kembali normal sehingga kembali mengairahkan pariwisata di Sumbar. (HER)

Tag:

Baca Juga

Pagi Ini, Kualitas Udara Padang Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Pagi Ini, Kualitas Udara Padang Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Kualitas Udara Sumbar Pagi Ini: Dhamasraya Masuk Kategori Tidak Sehat
Cerita Wali Murid dan Siswa di Padang, Tugas Menumpuk Saat Belajar dari Rumah karena Kabut Asap
Cerita Wali Murid dan Siswa di Padang, Tugas Menumpuk Saat Belajar dari Rumah karena Kabut Asap
Kota Padang Terapkan PJJ 9-10 Oktober akibat Kabut Asap
Kota Padang Terapkan PJJ 9-10 Oktober akibat Kabut Asap
Rapor Siswa SD dan SMP di Padang Dibagikan Via Online
Kabut Asap Makin Pekat, Pemkab Solsel Alihkan Pembelajaran SD-SMP ke Rumah
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Kualitas Udara Sejumlah Daerah di Sumbar Tidak Sehat Pagi Ini