Langgam.id- Sebanyak 22 orang dari lima kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, setelah kebakaran menghanguskan sejumlah bangunan di Jalan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (12/10/2026) pagi.
Salah satunya Tisa. Ia kini hanya bisa melihat sisa rumahnya berupa puing-puing kayu dan seng yang menghitam.
Bersama ayahnya, Tisa tampak berdiri di antara puing-puing rumah yang telah hangus. Keduanya mengamati sisa bangunan yang sebelumnya menjadi tempat mereka berteduh.
Lembaran seng berserakan di atas tanah. Kayu-kayu penyangga rumah patah dan menghitam. Kerangka sepeda motor beserta bagian mesinnya juga terlihat di antara material bangunan yang terbakar.
Sejumlah pakaian masih bertumpuk di antara puing-puing. Sementara itu, barang-barang rumah tangga lainnya rusak akibat kebakaran.
Tisa hanya berhasil menyelamatkan telepon genggam dan sebuah tas ketika api membesar dan menjalar ke rumahnya. Dokumen penting dan pakaian miliknya tidak sempat diselamatkan.
“HP yang bisa kami selamatkan. Surat-surat, KTP, dan ijazah hangus semuanya. Baju juga hangus,” kata Tisa kepada Langgam.id.
Kini, Tisa bersama keluarganya harus menghadapi kehilangan tempat tinggal. Ia mengaku belum mengetahui ke mana mereka akan mengungsi, setelah rumahnya terbakar.
“Sekarang belum tahu tinggal di mana. Dari RT sudah mendata, tapi entahlah, tidak tahu mau menginap di mana sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang saksi, Rapimis (59), mengatakan kebakaran diduga bermula dari sebuah gudang minyak bahan bakar minyak (BBM) yang berada di deretan bangunan tersebut.
Rapimis mengaku mendengar suara ledakan sebelum melihat asap hitam tebal membubung dari lokasi kebakaran. Saat kejadian, ia berada di belakang rumahnya yang berada di sekitar lokasi.
“Awalnya terdengar bunyi ledakan, saya berada di belakang rumah. Tampak asap tebal keluar setelah itu. Saya langsung lari ke depan rumah,” kata Rapimis.
Ia menyebut api pertama kali terlihat dari arah gudang BBM. Api kemudian membesar di antara bangunan yang berdempetan di kawasan tersebut.
“Dari gudang BBM. Di situ api muncul awalnya,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, kebakaran berdampak pada tujuh bangunan dan kendaraan di lokasi.
Sebanyak 22 orang dari lima kepala keluarga terdampak dan harus kehilangan tempat tinggal. Satu orang dilaporkan mengalami luka bakar, sementara tidak ada korban jiwa.
Petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.35 WIB dan tiba di lokasi pukul 07.49 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api.
Penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 08.40 WIB. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp3 miliar. (HER)




