Langgam.id – Kualitas udara di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) berada pada kategori tidak sehat pada Kamis (8/10/2026) pagi berdasarkan data pemantauan kualitas udara IQAir.
Di Kota Padang, indeks kualitas udara (AQI⁺) tercatat 168 pada pukul 08.00 WIB dan masuk kategori tidak sehat. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi 80 mikrogram per meter kubik.
Saat pengukuran dilakukan, suhu udara di Padang tercatat 27 derajat Celsius, kecepatan angin 1 kilometer per jam dan kelembapan 79 persen.
Kondisi serupa terjadi di sejumlah daerah lainnya di Sumbar.
Di Padang Panjang, AQI⁺ tercatat 162 pada pukul 07.00 WIB dengan kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 71,9 mikrogram per meter kubik.
Saat itu suhu udara tercatat 22 derajat Celsius, kecepatan angin 4 kilometer per jam dan kelembapan 84 persen.
Kemudian di Bukittinggi, AQI⁺ juga berada di angka 162 dan masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 tercatat 70,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WIB.
Suhu udara di Bukittinggi saat pengukuran mencapai 22 derajat Celsius dengan kecepatan angin 3 kilometer per jam.
Sementara itu, kualitas udara di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, tercatat lebih buruk dibanding sejumlah daerah lainnya.
AQI⁺ di wilayah tersebut mencapai 175 pada pukul 07.00 WIB dan masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 90,4 mikrogram per meter kubik.
Suhu udara tercatat 27 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 2 kilometer per jam dan kelembapan 74 persen.
Sedangkan di Kota Pariaman, AQI⁺ tercatat 123 pada pukul 07.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 44,6 mikrogram per meter kubik.
Dengan kondisi kualitas udara tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengikuti informasi dan arahan pemerintah terkait kondisi kabut asap dan kualitas udara.
Data kualitas udara dapat berubah sepanjang waktu bergantung pada kondisi cuaca, arah angin dan konsentrasi polutan di udara. (HER)





