Langgam.id – Serikat pekerja menyoroti sulitnya mendapatkan pekerjaan dan terbatasnya lapangan kerja di Sumatra Barat (Sumbar). Persoalan ini dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah di tengah momentum Hari Jadi ke-81 Sumbar.
Sorotan itu disampaikan dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Padang, Selasa (6/10/2026).
Ketua DPC KSPSI Sumbar Fandu Putra Utama mengatakan, persoalan ketenagakerjaan telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut, paling dirasakan anak muda dan lulusan perguruan tinggi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Permasalahan ini sudah beberapa tahun terakhir cukup tinggi, seperti angka pengangguran, susahnya mendapat pekerjaan, dan terbatasnya lapangan kerja. Banyak anak muda dan lulusan perguruan tinggi yang bingung pascakuliahnya mau kerja di mana,” katanya.
Fandu meminta persoalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya Gubernur Sumbar. Menurutnya, momentum Hari Jadi ke-81 Sumbar dapat menjadi momentum evaluasi pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Selain memperluas lapangan kerja, pemerintah juga didorong meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Karena itu, KSPSI mendorong Dinas Ketenagakerjaan memperluas program peningkatan keterampilan atau *upskilling* dan *reskilling* bagi calon tenaga kerja, termasuk lulusan perguruan tinggi.
“Ini jadi tugas dan PR kita bersama. Kita dorong semangat ini dari pusat sampai daerah,” ujarnya.
Kata Fandu, program peningkatan keterampilan tersebut perlu dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi. Dengan demikian, tenaga kerja lokal memiliki kompetensi dan daya saing yang lebih baik di tengah persaingan dunia kerja.
“Terlebih hari ini kita mendapat kabar baik bahwa DPR telah menyetujui RUU Perlindungan Ketenagakerjaan untuk diparipurnakan. Kita tetap optimistis demi kesejahteraan buruh di Sumbar,” ungakpnya.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dan mendapat pengawalan sejumlah personel kepolisian di sekitar lokasi.
Massa kemudian membubarkan diri setelah menemui Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi pekerja terkait persoalan ketenagakerjaan di Sumbar. (WAN)






