Langgam.id — Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Senin (5/10/2026) pagi berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Berdasarkan data IQAir, Kota Padang Panjang menjadi salah satu daerah dengan indeks kualitas udara (AQI) tertinggi, yakni 111 AQI US. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Konsentrasi PM2.5 di Padang Panjang tercatat mencapai 39,8 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Kondisi serupa juga terpantau di Kota Padang. Indeks kualitas udara di ibu kota Sumatera Barat itu berada pada angka 107 AQI US, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 38 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB.
Sementara itu, Kota Bukittinggi mencatat AQI 106 AQI US dan masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Konsentrasi PM2.5 di daerah tersebut mencapai 37,7 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Berbeda dengan tiga daerah tersebut, kualitas udara di Kota Pariaman masih berada pada kategori sedang. AQI di daerah itu tercatat 82 AQI US, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 25,9 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Kondisi kualitas udara tersebut menunjukkan adanya paparan partikel halus PM2.5 di sejumlah wilayah Sumbar pada pagi hari.
Masyarakat yang termasuk kelompok sensitif disarankan memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi dan penggunaan masker dapat dipertimbangkan.
Kelompok sensitif umumnya mencakup anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan tertentu. (HER)





