Asap Kiriman Pengaruhi Udara Sumbar, DLH Imbau Warga Kurangi Pembakaran

Kabut Asap Riau

Ilustrasi kabut asap. (Foto: mwewering/pixabay.com)

Langgam.id – Asap kiriman turut memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas yang berpotensi memperburuk pencemaran udara, terutama pembakaran lahan dan sampah.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLH Sumbar, Desrizal mengatakan kualitas udara di Kota Padang berdasarkan pemantauan terbaru masih berada dalam kategori tidak sehat, meski menunjukkan tren penurunan.

“Kalau jam 6 tadi 124, jam 2 hari ini di 107. Jadi sudah trennya menurun,” kata Desrizal, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, kondisi kualitas udara turut dipengaruhi hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Padang pada malam sebelumnya. Namun, kondisi tersebut tetap dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Desrizal menjelaskan arah angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan asap, termasuk asap yang berasal dari wilayah sekitar Sumbar.

“Kita tidak bisa juga menghalangi asap yang ke tempat kita. Hari ini dia kategori tidak sehat, nanti beberapa saat dia bisa turun, karena ini tergantung arah angin dan titik pemantauan,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang dapat menambah polusi udara. Salah satunya dengan tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan.

“Pembakaran sampah ini tentu kita imbau, hindarilah pembakaran-pembakaran sampah. Kurangilah, sehingga pemicu-pemicu kebakaran ini bisa diatasi dengan baik,” katanya.

Ia mengatakan upaya menjaga kualitas udara juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat agar tidak menambah sumber pencemaran.

“Tentu ini perubahan perilaku yang kita harapkan dari masyarakat. Perubahan perilaku ini perlu kita tanamkan terus,” ujarnya.

Selain mengurangi aktivitas pemicu polusi, masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan diminta mendapat perhatian lebih untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat.

Desrizal juga meminta masyarakat memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah, di antaranya ISPU.net milik Kementerian Lingkungan Hidup serta informasi dari GAW Koto Tabang.

“Karena dia setiap saat bisa berubah, dia dinamis kondisinya,” katanya.

Berdasarkan data KLH/BPLH pada Jumat (2/10/2026) pukul 08.00 WIB, nilai ISPU PM2.5 di stasiun AQM Padang Pasir tercatat 125 atau masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, AQM Padang Pariaman mencatat nilai 117 yang juga berada dalam kategori tidak sehat.

Hingga pukul 14.00 WIB, pemantauan DLH Sumbar menunjukkan nilai ISPU Kota Padang turun menjadi 107. Namun, Padang Pariaman tercatat 120 dan masih berada dalam kategori tidak sehat.

Kondisi kualitas udara tersebut juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar. Desrizal mengingatkan atlet dan masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan untuk terus memantau perkembangan kualitas udara.

“Kalau banyak aktivitas di luar, tetap pantau kondisi. Perubahannya agak dinamis,” pungkasnya. (WAN)

Tag:

Baca Juga

Pagi Ini, Kualitas Udara Kota Padang Masuk Kategoru Tidak Sehat
Pagi Ini, Kualitas Udara Kota Padang Masuk Kategoru Tidak Sehat
Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Kualitas Udara Padang Tak Sehat, Disdik Imbau Siswa Pakai Masker
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Pagi Ini, Kualitas Udara Beberapa Kota di Sumbar Masuk Kategori Tidak Sehat
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Kembali Berkabut, Kualitas Udara Sejumlah Daerah di Sumbar Masuk Level Sedang
Meski sempat diguyur hujan beberapa hari yang lalu, namun saat ini kondisi Kota Padang kembali diselimuti kabut tebal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebu
Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Sejumlah Daerah di Dharmasraya
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Hotspot di Dharmasraya Terpantau Nihil, Kabut Asap Diduga Kiriman dari Daerah Lain