Langgam.id – Sebanyak 44 rumah warga rusak akibat musibah galodo yang menerjang Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam.
“Untuk rumah, ada 44 unit yang terdampak. Rusak berat 11 unit, rusak sedang satu unit, dan rusak ringan 32 unit,” kata Bupati Solok, Jon Firman Pandu dalam laporan terbaru penanganan pascabencana, Kamis (24/9/2026).
Selain rumah warga, galodo juga berdampak terhadap lahan pertanian, infrastruktur, dan perkantoran pemerintah daerah.
“Untuk kantor dinas ada 11 unit yang terdampak,” ujarnya.
Berdasarkan data yang Langgam.id dapati bahwa kantor pemerintahan yang terdampak antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pariwisata, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Pos Pemadam Kebakaran (Damkar), Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Inspektorat Daerah, serta Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan).
Pandu mengatakan bahwa kerusakan perkantoran tersebut membuat pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok sempat terganggu.
“Kita sudah meminta OPD untuk menyiapkan langkah antisipasi agar roda pelayanan publik tidak berhenti,” katanya.
Menurut Pandu, salah satu kendala dalam proses penanganan adalah material batu berukuran besar yang terbawa arus galodo.
“Kita membutuhkan alat berat stone breaker, karena batu-batu yang ada cukup besar dan sulit ditangani dengan alat berat biasa,” ujarnya.
Selain alat berat, pemerintah daerah juga membutuhkan tenda pelayanan sementara untuk OPD yang kantornya terdampak.
“Kita membutuhkan sekitar 10 tenda untuk pelayanan OPD,” katanya.
Untuk kebutuhan pengungsi, Pandu mengatakan kebutuhan dasar saat ini sudah tertangani. Bantuan tersebut meliputi selimut, matras, sembako, serta kebutuhan kelompok rentan seperti bayi dan balita.
“Untuk pengungsi, kebutuhan dasar sudah tertangani dengan baik,” ujarnya.
Sejumlah warga yang sebelumnya mengungsi di masjid dan posko juga telah dipindahkan ke rumah dinas bupati. Sebagian lainnya mengungsi di rumah warga.
“Yang sebelumnya di masjid dan posko sudah kita pindahkan ke rumah dinas bupati. Sebagian lainnya mengungsi di rumah warga,” katanya. (HER)






