Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Solok membutuhkan sejumlah peralatan untuk mempercepat penanganan pascagalodo, salah satunya mini ekskavator.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan, mini ekskavator dibutuhkan untuk membersihkan material dan menjangkau kawasan yang tidak dapat dimasuki alat berat berukuran besar.
“Kebutuhan yang paling mendesak dari BNPB adalah mini ekskavator. Banyak wilayah kita, kompleks-kompleks yang ada memang tidak bisa dijangkau oleh alat-alat yang besar,” kata Pandu, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, selain mini ekskavator, Pemkab Solok juga membutuhkan stone breaker untuk memecah batu berukuran besar yang terbawa arus galodo.
Pemkab Solok juga mengusulkan sekitar 10 unit tenda pelayanan sementara. Tenda tersebut diperlukan agar pelayanan publik dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang kantornya terdampak galodo tetap dapat berjalan.
“Kita membutuhkan sekitar 10 unit tenda pelayanan sementara agar pelayanan publik dari OPD yang kantornya terdampak dapat kembali berjalan,” ujarnya.
Untuk kebutuhan pengungsi, kata Pandu, pemerintah daerah masih membutuhkan selimut, matras, serta bantuan untuk kelompok rentan seperti bayi dan balita.
Sementara itu, kebutuhan sembako dari BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Barat, dan para relawan disebut sudah cukup tertangani.
“Kebutuhan obat-obatan memang sangat kami butuhkan,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Solok memperkirakan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascagalodo mencapai Rp819 miliar.
Anggaran tersebut antara lain untuk pembangunan sabo dam sekitar Rp250 miliar, normalisasi sungai Rp300 miliar, perbaikan rumah warga Rp9 miliar, serta perbaikan sawah terdampak di Koto Gaek, Batang Barus, dan Gunung Talang sekitar Rp50 miliar.
Selain itu, kebutuhan perbaikan gedung perkantoran pemerintah daerah diperkirakan lebih dari Rp200 miliar, termasuk perbaikan prasarana, sarana, dan utilitas perkantoran serta perumahan.
Pandu berharap pembangunan sabo dam dan normalisasi sungai dapat menjadi bagian penting dalam penanganan dampak galodo sekaligus mengurangi risiko bencana serupa di wilayah Kabupaten Solok.
“Harapannya, dengan pembangunan sabo dam ini bisa menyelesaikan persoalan-persoalan di wilayah Kabupaten Solok,” ujarnya. (HER)






