Langgam.id – Hasil uji laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang menemukan bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus pada sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa MTsN 1 Kota Pariaman.
Temuan tersebut diketahui setelah 127 siswa mengalami gejala mual, muntah dan pusing usai menyantap makanan MBG.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rudi Repenaldi mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan sampel nasi putih tidak memenuhi syarat untuk parameter Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus.
Berdasarkan hasil pemeriksaan BBPOM Padang, kandungan Bacillus cereus pada sampel nasi putih mencapai 6,7 × 10⁶ per kilogram. Sementara Staphylococcus aureus ditemukan sebanyak 1,5 × 10⁵ per kilogram.
Selain nasi putih, kata Rudi, sampel ayam tepung juga dinyatakan tidak memenuhi syarat. Pada sampel tersebut ditemukan Staphylococcus aureus sebanyak 1,8 × 10⁵ per kilogram.
“Untuk ayam tepung, parameter yang tidak memenuhi syarat adalah Staphylococcus aureus,” ujarnya kepada Langgam.id, Senin (21/9/2026).
Sementara itu, sejumlah sampel makanan lainnya dinyatakan memenuhi seluruh parameter yang diuji. Sampel itu terdiri dari tahu, saus blackpepper, sayur buncis dan jagung, serta semangka kuning.
Lanjut Rudi, temuan laboratorium ini menjadi bagian dari evaluasi Dinas Kesehatan Kota Pariaman terhadap kejadian yang menyebabkan ratusan siswa MTsN 1 Kota Pariaman mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
“Gejalanya mual, muntah dan pusing setelah mengonsumsi makanan,” jelasnya.
Total terdapat 127 siswa yang mengalami keluhan. Lima di antaranya sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala tersebut.
Menindaklanjuti kejadian itu, Dinas Kesehatan Kota Pariaman melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel makanan untuk diuji di BBPOM Padang.
Rudi menambahkan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir ditutup sementara setelah kejadian tersebut. Penutupan dilakukan sambil menunggu proses evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG di dapur tersebut.
“Kami akan tinjau SLHS-nya kembali. Dan SPPG Pasir sementara ditutup dan akan dievaluasi,” tegasnya. (WAN)






