Langgam.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) meningkatkan kompetensi penjaga perlintasan melalui Diklap Refreshing Penjaga Perlintasan Kereta Api Tahun 2026 yang dilaksanakan secara bertahap.
Untuk angkatan pertama, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (14-15/9/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan, kompetensi, kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan tugas di perlintasan sebidang.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan, penjaga perlintasan memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Petugas berada langsung di lapangan pada titik pertemuan jalur kereta api dengan aktivitas masyarakat pengguna jalan.
“Penjaga perlintasan merupakan salah satu garda terdepan dalam mendukung keselamatan di perlintasan sebidang. Karena itu, kompetensi, kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, dan kesiapsiagaan petugas harus terus ditingkatkan,” ujar Reza.
Menurutnya, melalui kegiatan refreshing tersebut, KAI memastikan petugas semakin memahami prosedur kerja dan mampu mengambil tindakan yang tepat dalam kondisi normal maupun tidak normal.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapat sejumlah pembekalan, di antaranya prosedur penjagaan pintu perlintasan sebidang, pemahaman jadwal perjalanan kereta api, prosedur penanganan kondisi tidak normal, serta pengoperasian peralatan pintu perlintasan dan telekomunikasi.
Petugas juga dibekali pengetahuan mengenai prasarana perkeretaapian. Hal tersebut penting agar mereka mampu mengenali potensi gangguan di wilayah tugas serta melakukan pelaporan dan tindakan sesuai prosedur apabila menemukan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api.
Selain teori, kegiatan dilengkapi praktik penjagaan pintu perlintasan. Praktik tersebut ditujukan untuk mengasah ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, koordinasi, dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
KAI juga memberikan Safety Refreshing untuk memperkuat budaya keselamatan dalam pelaksanaan tugas.
“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Setiap prosedur harus dipahami dan dilaksanakan dengan disiplin. Ketelitian dalam menjalankan tugas, memastikan peralatan berfungsi dengan baik, berkomunikasi secara tepat, serta memastikan kondisi perlintasan aman merupakan bagian penting dalam mencegah potensi gangguan keselamatan,” jelas Reza.
KAI Divre II Sumbar berharap pelaksanaan Diklap Refreshing secara bertahap dapat membuat seluruh penjaga perlintasan semakin siap, kompeten, dan profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan turut memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di setiap perlintasan sebidang.
KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan demi menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, lancar, nyaman, dan selamat. (HER)






