Pemko Padang  Buka Opsi Sekolah Jarak Jauh Jika Kualitas Udara Kembali Memburuk 

Langgam.id-  Pemerintah Kota Padang terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sebagai pertimbangan untuk memberlakukan sekolah jarak jauh. 

“Kita berharap, berdoa kabut asap ini melandai. Tentu begitu ya. Kita berharap penanganannya pun juga bisa dipercepat bersama-sama,” kata Wali Kota Padang Fadly Amran, saat ditemui di Gedung DPRD Padang Senin (14/9/2026) siang.

Menurutnya, Pemko Padang sebelumnya telah menerapakan sekolah jarak jauh selama lima hari sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap. Namun, kondisi kualitas udara kembali mengalami peningkatan pada Senin.

“Sudah lima hari yang anak-anak libur. Tapi siapa sangka bahwasannya indeksnya itu naik hari ini. Kemarin indeks sempat turun karena adanya hujan,” ujarnya.

Fadly mengatakan, apabila indeks kualitas udara kembali menunjukkan peningkatan yang tajam, kebijakan  sekolah jarak jauh dapat kembali diberlakukan. Namun, jika kondisi udara cenderung melandai, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan beradaptasi dengan kondisi tersebut.

“Kalau misalnya makin naik tajam ke atas, itu kita sekolah jarak jauh kembali. Tapi kalau melandai, saran saya ini awareness, bukannya kita normalkan ya, tetapi harus beradaptasi kita,” katanya.

Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah penggunaan masker, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan. Pemko Padang bahkan mempertimbangkan untuk memberlakukan kewajiban penggunaan masker di ruang terbuka.

“Sehingga tentu pemakaian masker menjadi wajib. Mungkin ini yang akan kita enforce, bukan hanya untuk anak-anak, tapi masyarakat yang berada di luar akan kita enforce,” ujar Fadly.

Ia menyebut kebijakan tersebut nantinya akan dibahas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang. Penggunaan masker dinilai menjadi salah satu langkah perlindungan masyarakat selama kualitas udara belum kembali normal.

Fadly berharap titik api yang sudah ada di wilayah lain dapat segera ditangani dan tidak muncul titik api tambahan. Menurutnya, kondisi tersebut penting agar kabut asap tidak terus mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat sehari-hari. (fix)

Tag:

Baca Juga

Wawako Padang Maigus Nasir Dorong Surau Kembali Jadi Benteng Generasi Muda
Wawako Padang Maigus Nasir Dorong Surau Kembali Jadi Benteng Generasi Muda
Kembali Masuk Setelah PJJ, Siswa di Padang Belum Bebas Beraktivitas di Luar Ruangan
Kembali Masuk Setelah PJJ, Siswa di Padang Belum Bebas Beraktivitas di Luar Ruangan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor yang berasal dari Sumatra Barat pada Oktober 2024 sebesar US$243,82 juta. Angka ini terjadi
5 Negara Tujuan Utama Ekspor Sumbar, India Masih yang Terbesar
Kerangka besi bangunan hotel di simpadan sungai Batang Anai, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.
Babak Baru Sengketa Hotel Lembah Anai, Banding PT HSH Menang di PTTUN Medan
648.991 Penerima Bantuan Pangan di Sumbar, Pagu Capai 19.469,730 Ton
648.991 Penerima Bantuan Pangan di Sumbar, Pagu Capai 19.469,730 Ton
GM Pelindo: Aktivitas di Pelabuhan Teluk Bayur Mulai Meningkat
Ekspor Sumbar Tembus US$369,03 Juta, Naik 17 Persen