Langgam.id – India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang Januari-Juli 2026 dengan nilai mencapai US$446,29 juta atau 23,04 persen dari total ekspor provinsi tersebut.
Selain India, empat negara lainnya yang menjadi tujuan utama ekspor Sumbar yakni Tiongkok, Pakistan, Bangladesh dan Mesir.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan secara kumulatif nilai ekspor Sumbar pada Januari-Juli 2026 mencapai US$1.937,08 juta.
“Komoditas utama yang diekspor ke India pada periode tersebut adalah crude palm oil,” kata Nurul, dikutip Senin (14/9/2026).
Setelah India, Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai US$303,30 juta atau 15,66 persen dari total ekspor Sumbar.
Nilai ekspor ke Tiongkok mengalami peningkatan sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni mencapai 436,95 persen.
Pakistan berada di posisi ketiga dengan nilai ekspor US$295,68 juta atau 15,26 persen. Namun, ekspor Sumbar ke negara tersebut mengalami penurunan 17,44 persen dibandingkan Januari-Juli 2025.
Selanjutnya, Bangladesh menjadi negara tujuan ekspor terbesar keempat dengan nilai US$186,08 juta atau 9,61 persen. Ekspor ke Bangladesh tumbuh 24,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Mesir menempati posisi kelima dengan nilai ekspor US$181,84 juta atau 9,39 persen. Ekspor Sumbar ke negara tersebut meningkat 59,93 persen.
Jika digabungkan, lima negara tersebut menyerap sebagian besar ekspor Sumbar sepanjang Januari-Juli 2026. India, Tiongkok, Pakistan, Bangladesh dan Mesir secara total menyumbang sekitar 72,96 persen dari keseluruhan ekspor Sumbar.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Sumbar pada Januari-Juli 2026 meningkat 21,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilainya naik dari US$1.597,18 juta menjadi US$1.937,08 juta.
Ekspor Sumbar masih didominasi golongan lemak dan minyak hewan atau nabati yang mencapai US$1.661,62 juta atau 85,78 persen dari total ekspor.
Komoditas utama dalam golongan tersebut antara lain liquid fractions of palm oil, crude palm oil dan refined palm oil.
Dari sisi sektor, ekspor hasil industri pengolahan mencapai US$1.880,29 juta pada Januari-Juli 2026, meningkat 24,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagian besar ekspor Sumbar juga dimuat melalui pelabuhan di Sumbar. Nilainya mencapai US$1.827,76 juta atau 94,36 persen dari total ekspor. Dari jumlah tersebut, ekspor melalui Pelabuhan Padang/Teluk Bayur mencapai US$1.827,75 juta. (HER)




