Langgam.id – Warga Kota Padang diminta tidak lengah menghadapi perubahan cuaca dalam tiga hari ke depan, bahkan berpotensi ekstrem. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, meski kondisinya bisa berubah sewaktu-waktu.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai kondisi cuaca yang tidak menentu, mulai dari panas, hujan, hingga hujan yang disertai angin kencang.
“Kami tetap siaga dan waspada terhadap anomali cuaca ini. Kadang panas, kadang hujan, bahkan disertai angin kencang,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Kata Hendri, prakiraan cuaca merupakan prediksi yang masih mungkin mengalami perubahan. Waktu terjadinya cuaca ekstrem juga dapat bergeser dari perkiraan awal.
“Ini prediksi tiga hari karena bisa saja terjadi besok atau lusa. Namanya perkiraan, bisa ada pergeseran atau perubahan, tetapi potensi cuaca ekstrem tetap ada,” ungkapnya.
Ia meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat hendak beraktivitas. Informasi resmi dari BMKG dan BPBD perlu terus dipantau, untuk mengantisipasi perubahan cuaca secara cepat.
“Pantau terus informasi resmi dari BMKG ataupun BPBD,” kata dia.
Hendri mengingatkan warga untuk menghindari lokasi yang berisiko ketika cuaca ekstrem terjadi. Hujan deras yang disertai angin kencang maupun gelombang tinggi, dapat meningkatkan risiko bencana di sejumlah kawasan.
“Kalau terjadi cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang atau gelombang, jauhi daerah-daerah yang berbahaya,” tuturnya.
Kawasan pantai dan pinggir sungai menjadi lokasi yang perlu dihindari saat kondisi tersebut terjadi. Warga juga diminta tidak berteduh di bawah pohon ketika angin kencang serta menjauhi kawasan yang rawan longsor.
“Jauhi pantai, pinggir sungai, dan saat angin kencang jangan berada di bawah pohon. Hindari juga daerah yang rawan longsor,” ucapnya.
BPBD mengingatkan kewaspadaan perlu dilakukan sepanjang periode perkiraan karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat.
“Masyarakat diminta tidak menunggu cuaca ekstrem terjadi untuk mengambil langkah keselamatan,” pungkasnya. (WAN)






