Langgam.id- Memasuki usia 71 tahun, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) tidak hanya menoleh ke belakang untuk mengenang perjalanan panjangnya. Momentum tersebut juga menjadi pijakan untuk memperkuat kolaborasi dengan para alumni.
Hal itu tergambar dalam peringatan Dies Natalis ke-71 FK UNAND yang digelar di Convention Hall Universitas Andalas, Senin (7/9/2026).
Selain menjadi momentum refleksi perjalanan fakultas, rangkaian kegiatan tersebut juga ditandai dengan peresmian Sekretariat Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (IKA FK UNAND).
Sekretariat yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jati, Kota Padang, itu diharapkan menjadi rumah bersama bagi alumni FK UNAND yang kini tersebar di berbagai daerah dan bidang profesi.
Peresmian sekretariat menjadi simbol semakin eratnya hubungan antara almamater dan alumni. Tempat tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi, bertukar gagasan, menyusun program, sekaligus memperluas kontribusi alumni bagi FK UNAND dan masyarakat.
Keberadaan sekretariat juga menjadi penting karena FK UNAND kini telah melahirkan sedikitnya 12.703 alumni yang berkiprah di dalam maupun luar negeri. Sementara saat ini terdapat 4.135 mahasiswa aktif yang menempuh pendidikan di 28 departemen dan 32 program studi.
Dari 1955 hingga 71 Tahun
Perjalanan FK UNAND bermula pada 1955. Fakultas tersebut resmi diresmikan Wakil Presiden RI pertama, Mohammad Hatta, pada 7 September 1955.
Dekan FK UNAND, Dr. dr. Sukri Rahman, mengatakan Dies Natalis menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus mengevaluasi capaian yang telah diraih.
“Perjalanan panjang ini dimulai sejak 1955, hingga akhirnya diresmikan secara resmi oleh Wakil Presiden RI Pertama, Drs. Mohammad Hatta, pada 7 September 1955,” ujar Sukri, seperti dikutip dari laman resmi Universitas Andalas.
Dari institusi yang tumbuh dengan berbagai keterbatasan, FK UNAND kini berkembang menjadi pusat pendidikan kesehatan dengan cakupan pendidikan yang semakin luas.
Saat ini terdapat 28 departemen dan 32 program studi, mulai dari program sarjana, profesi, spesialis, subspesialis, magister hingga doktor.
Sepanjang 2025, sebanyak 945 lulusan dari berbagai jenjang berhasil disumpah dan diwisuda. Jejaring alumninya pun terus bertambah dan telah mencapai sedikitnya 12.703 orang.
Alumni Jadi Kekuatan Almamater
Jumlah alumni yang besar menjadi potensi tersendiri bagi FK UNAND.
Mereka tidak hanya menjadi bagian dari sejarah fakultas, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, pelayanan kesehatan, pengabdian masyarakat hingga penguatan jejaring profesional.
Dukungan alumni tersebut sebelumnya juga telah diwujudkan melalui berbagai program. Pada 2025, misalnya, LAZ Alumni FK UNAND menyalurkan bantuan Rp341,95 juta untuk pembayaran UKT dan program orang tua asuh bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Dengan hadirnya sekretariat, komunikasi dan koordinasi antarangkatan diharapkan semakin mudah dilakukan.
Sekretariat tersebut bukan sekadar tempat berkantor. Ia diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pengalaman para alumni dengan kebutuhan almamater.
Dari sana, berbagai gagasan dapat dirumuskan dan kontribusi alumni dapat diarahkan secara lebih terorganisasi.
Menembus Big 5
Di sisi lain, tantangan FK UNAND ke depan semakin besar. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta perubahan kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut institusi pendidikan kedokteran terus beradaptasi.
Namun, transformasi tersebut tetap harus berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan.
Sukri mengatakan, pengembangan FK UNAND diarahkan untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus karakter.
“Tujuannya adalah melahirkan lulusan yang kompeten, berintegritas, empati, komunikatif, mampu bekerja dalam tim, berbasis bukti (evidence-based), dan adaptif terhadap teknologi,” tegasnya.
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, juga mendorong FK UNAND untuk tidak berpuas diri dengan posisi yang telah dicapai.
Saat ini FK UNAND disebut berada pada posisi kesembilan fakultas kedokteran terbaik di Indonesia. Bagi Efa, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk mengejar posisi yang lebih tinggi.
“Tantangan kita bukan lagi sekadar bertahan di posisi 9 besar. Pertanyaannya, apakah kita siap membawa FK UNAND menembus jajaran Big 5 di Indonesia?” ujar Efa.
Menurutnya, kemajuan teknologi dalam dunia kedokteran juga harus tetap diimbangi dengan kemampuan tenaga kesehatan memahami sisi kemanusiaan pasien.
“Kita harus mendidik tenaga kesehatan yang mahir memanfaatkan teknologi canggih, namun tetap peka mendengarkan dan memahami kecemasan pasien serta keluarganya,” katanya.
Rumah Bersama Alumni
Di tengah target pengembangan tersebut, alumni menjadi bagian penting dari perjalanan FK UNAND.
Ribuan alumni yang kini bekerja sebagai dokter, akademisi, peneliti, birokrat, pengusaha maupun profesional di berbagai bidang memiliki pengalaman dan jejaring yang dapat dikolaborasikan dengan almamater.
Sekretariat IKA FK UNAND di Jalan Perintis Kemerdekaan kemudian hadir sebagai ruang untuk mempertemukan potensi tersebut.
Para alumni dapat kembali berkumpul, membangun komunikasi lintas angkatan, berbagi pengalaman, sekaligus merumuskan bentuk kontribusi yang dapat diberikan kepada almamater.
Bagi alumni, hubungan dengan FK UNAND tidak berhenti ketika pendidikan selesai.
Almamater menjadi bagian dari perjalanan hidup yang melahirkan persahabatan, pengalaman, nilai pengabdian dan jaringan profesional.
Karena itu, sekretariat diharapkan menjadi rumah bersama—tempat alumni kembali, berkumpul dan memberikan sesuatu bagi tempat mereka pernah menimba ilmu.
Pada akhirnya, Dies Natalis ke-71 FK UNAND bukan hanya tentang bertambahnya usia.
Ia menjadi momentum untuk merawat tradisi, memperkuat hubungan alumni dan almamater, sekaligus menyiapkan langkah baru menghadapi perubahan dunia kedokteran.
71 tahun telah menjadi bagian dari sejarah.
Kini, FK UNAND bersama para alumninya ditantang menulis babak berikutnya—dengan teknologi yang semakin maju, jejaring yang semakin luas, tetapi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.
FK UNAND 71 tahun: bertumbuh dalam tradisi, berkarya untuk negeri, bersama alumni untuk almamater. (HER)






