Langgam.id — Pemerintah Kota Padang membangun saluran drainase baru di kawasan Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan mengatasi persoalan genangan di kawasan tersebut.
Pembangunan drainase itu menelan anggaran Rp1,9 miliar yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana. Pekerjaan tersebut ditinjau langsung Wali Kota Padang Fadly Amran, Jumat (4/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Fadly didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Malvi Hendri.
Fadly mengatakan pembangunan drainase di Pasar Tunggul Hitam merupakan bagian dari implementasi Master Plan Drainase Kota Padang. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi genangan yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pasar.
“Kami berharap melalui penataan dan pembangunan saluran drainase ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan dan memperlancar aliran air di sekitaran Pasar Tunggul Hitam ini,” kata Fadly.
Ia meminta pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai target sehingga tidak terlalu lama mengganggu aktivitas masyarakat dan pedagang di sekitar pasar.
Malvi Hendri menjelaskan pembangunan drainase baru tersebut terdiri dari tiga ruas dengan panjang masing-masing 410 meter, 139 meter, dan 45 meter.
“Pembangunan drainase ini bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar, dan pengerjaan pembangunannya baru dimulai,” jelas Malvi.
Pekerjaan drainase tersebut ditargetkan rampung pada 9 Desember 2026.
Menurut Fadly, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir perlu dilakukan secara terencana agar persoalan genangan di berbagai kawasan Kota Padang dapat ditangani secara lebih optimal.
Usai meninjau pembangunan drainase, Fadly juga mengecek pengerjaan jalan menuju kawasan Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah.
Jalan sepanjang 2,5 kilometer itu dibangun dengan lebar 5,5 meter dan dilengkapi bahu jalan masing-masing satu meter. Pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan pagu anggaran Rp9,6 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp9,4 miliar.
Malvi mengatakan progres pembangunan jalan tersebut telah mencapai 95,6 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026.
“Target kami dalam minggu depan jalan Pasir Jambak ini sudah selesai. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 95,6 persen, tinggal sekitar 4,4 persen lagi. Saat ini sedang pengecoran bahu jalan, pembuatan marka jalan, Insya Allah, menjelang akhir minggu pekerjaan sudah clear,” ujarnya.
Fadly mengatakan jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kawasan Pasir Jambak karena menjadi akses menuju perguruan tinggi dan objek wisata Pantai Pasir Jambak.
“Kami berharap pembangunan ini dapat dijaga dengan baik oleh masyarakat dan jangan ada bangunan liar. Selain itu, juga akan ada investasi pengembangan yang dapat membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan objek wisata di kawasan Pasir Jambak,” katanya. (HER)






