Langgam.di – Kabupaten Dharmasraya dan Kota Padang alami kekeringan hingga mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Kondisi ini dipicu kemarau panjang yang melanda.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Dharmasraya Suherman Junaidi mengatakan, untuk wilayahnya kekeringan terjadi di sejumlah nagari yang tersebar di empat kecamatan yakni Pulau Punjung, Koto Baru, Timpeh, dan Sungai Rumbai.
“Di Kecamatan Pulau Punjung, kekeringan terjadi di satu nagari. Sementara di Kecamatan Koto Baru juga terdapat satu nagari yang terdampak. Kemudian, kekeringan melanda dua nagari di Kecamatan Timpeh dan dua nagari di Kecamatan Sungai Rumbai,” ujar Suherman, Jumat (4/9/2026).
Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Dharmasraya menerima bantuan dua tangki air dari BPBD Sumbar.
“Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Kota Padang. Sejumlah wilayah mulai mengalami kekeringan akibat minimnya hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton menyebutkan, kekeringan terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah.
“Di Kecamatan Kuranji, kekeringan terjadi di Kelurahan Korong Gadang dan Lambung Bukit. Selain itu, ada juga wilayah di Kecamatan Koto Tangah yang mengalami kekeringan,” kata Hendri.
BPBD Kota Padang telah menerima bantuan lima tangki air untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Hendri mengungkapkan, air bersih ini akan disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan.
“Air diberikan langsung ke rumah-rumah warga,” tuturnya. (WAN)






