Kualitas Udara di 3 Daerah Sumbar Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

satgas covid-19 sumbar, prokes sumbar

Ilustrasi memakasi masker [canva]

Langgam.id – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar) memburuk pada penghujung Agustus 2026. Sejumlah kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah titik panas, terpantau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Daerah tersebut di antaranya Kabupaten Solok Selatan, tepatnya wilayah Padang Aro, indeks kualitas udara (AQI) tercatat 134 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 48,9 mikrogram per meter kubik.

Kemudian, Kabupaten Sijunjung mencatat AQI 132 dengan PM2,5 sebesar 48,2 mikrogram per meter kubik. Sementara di Kabupaten Limapuluh Kota, tepatnya Sarilamak, AQI berada di angka 116 dengan PM2,5 sebesar 41,4 mikrogram per meter kubik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar Tasliatul Fuaddi mengatakan, berdasarkan pemantauan kualitas udara melalui aplikasi AirVisual (IQAir) per 30 Agustus 2026, kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan sepanjang sepekan terakhir.

“Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Dharmasraya. Kondisi kualitas udara di daerah itu terpantau dalam kategori kurang sehat” katanya, Senin (31/8/2026).

Fuad mengungkapkan, berdasarkan pemantauan konsentrasi PM2,5 di tiga kecamatan yakni Pulau Punjung, Koto Baru dan Sungai Rumbai kualitas udara di Dharmasraya menunjukkan tren yang fluktuatif.

“Konsentrasi PM2,5 bahkan sempat mencapai 90,2 mikrogram per meter kubik pada 26 Agustus 2026. Angka tersebut kemudian berangsur turun menjadi 53,3 mikrogram per meter kubik pada 30 Agustus,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi relatif lebih baik terpantau di kawasan Painan, Kabupaten Pesisir Selatan tercatat 66 dan masih berada dalam kategori sedang.

Tasliatul mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

“Dengan kondisi kualitas udara yang memburuk di sejumlah wilayah perbatasan, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta warga dengan riwayat gangguan pernapasan kami imbau untuk membatasi aktivitas fisik yang berat di luar ruangan,” tuturnya. (WAN)

Baca Juga

Beberapa pekan belakangan ini, Kota Padang diselimuti kabut asap. Akan tetapi pada Selasa, terjadi perbaikan kualias udara di Kota Padang
Kualitas Udara Daerah Pesisir Sumbar Membaik, Solok Selatan hingga Dharmasraya Kategori Tidak Sehat
satgas covid-19 sumbar, prokes sumbar
Kualitas Udara di Dharmasraya hingga Limapuluh Kota Kategori Kurang Sehat, Warga Diminta Pakai Masker 
Sempat Terlihat Berkabut Pagi Hari, DLH Klaim Kualitas Udara Padang Masih Baik
Sempat Terlihat Berkabut Pagi Hari, DLH Klaim Kualitas Udara Padang Masih Baik
Sebanyak 105 titik api terpantau terdapat di sejumlah daerah di Sumatra. Yaitu di Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan dan Jambi. Arah angin
Ratusan Titik Api Terpantau di Provinsi Tetangga, Kualitas Udara di Padang Kategori Sedang
Kualitas Udara di Padang Membaik Pasca Hujan, Langit Biru Mulai Terlihat
Kualitas Udara di Padang Membaik Pasca Hujan, Langit Biru Mulai Terlihat
Kualitas Udara Padang Tak Sehat, Pemko Bagikan 26 Ribu Masker Gratis
Kualitas Udara Padang Tak Sehat, Pemko Bagikan 26 Ribu Masker Gratis