Titik Panas di Sumbar Alami Lonjakan, Pasaman Barat Terbanyak

Titik Panas di Sumbar Alami Lonjakan, Pasaman Barat Terbanyak

Ilustrasi: Sejumlah titik panas atau hotspot terpantau di beberapa wilayah Sumatra Barat (Sumbar) melalui aplikasi SiPongi. (Foto: Langgam.id)

Langgam.id – Aktivitas titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar) alami lonjakan tajam pada penghujung Agustus 2026. Dalam sepekan terakhir, sebanyak 77 titik panas terdeteksi di Sumbar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar Tasliatul Fuaddi mengatakan, data tersebut berdasarkan pemantauan melalui sistem Sipongi Kementerian Kehutanan RI periode 24 hingga 30 Agustus 2026.

Kata Fuad, jumlah titik panas sempat nol pada 26 Agustus 2026. Namun, angka itu kemudian meningkat tajam hingga mencapai puluhan titik dalam satu hari.

“Puncaknya terjadi pada 29 Agustus 2026. Sistem satelit mendeteksi 38 titik panas dalam sehari, menjadi jumlah tertinggi sepanjang periode pemantauan,” ujarnya, Senin (31/8/2026). 

Fuad menyebutkan, pada 29 Agustus 2026 titik panas terdeteksi di enam kabupaten di Sumbar. Kabupaten Pasaman Barat menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 18 titik.

Selanjutnya, Kabupaten Pesisir Selatan tercatat memiliki 12 titik panas. Sementara itu, tiga titik terdeteksi di Kabupaten Pasaman, dua titik di Sijunjung, serta masing-masing satu titik di Dharmasraya dan Agam.

“Peningkatan titik panas masih berlanjut pada 30 Agustus 2026. Hingga pukul 19.23 WIB, tercatat 12 titik panas tambahan,” kata dia. 

Fuad juga menyoroti Kabupaten Dharmasraya yang dinilai cukup konsisten menyumbang titik panas sepanjang periode pemantauan.

“Pada 24 Agustus, sebanyak delapan titik panas terdeteksi di daerah tersebut, kemudian kembali ditemukan dua titik pada 25 Agustus,” ungkapnya. 

Ia menjelaskan, pemantauan hotspot dilakukan dengan memanfaatkan data dari tiga satelit, yakni NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20. Ketiga satelit tersebut digunakan untuk saling melengkapi pemantauan, mulai dari mendeteksi titik panas, memperkirakan luas kebakaran, hingga memantau sebaran asap.

“Lonjakan ini menjadi perhatian mengingat dampaknya berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah sekitar, khususnya di kabupaten-kabupaten yang berbatasan langsung dengan area titik panas,” tuturnya. (WAN)

Baca Juga

9 Titik Panas Terdeteksi di Sumbar, Ini Kata DLH 
9 Titik Panas Terdeteksi di Sumbar, Ini Kata DLH 
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mendeteksi kemunculan enam titik api atau hotspot di sejumlah wilayah di Sumbar.
7 Titik Panas Terdeteksi di Sumbar, Semuanya di Dharmasraya
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat, hingga saat ini ada 32 titik panas atau hotspot tersebar di Sumbar.
Titik Panas Terpantau di Sumbar Melalui Aplikasi, BPBD: Belum Ada Laporan Kebakaran
satgas covid-19 sumbar, prokes sumbar
Kualitas Udara di 3 Daerah Sumbar Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Bala Bhumi, Suarakan Krisis Ekologis Lewat Panggung Teater di Taman Budaya Sumbar
Bala Bhumi, Suarakan Krisis Ekologis Lewat Panggung Teater di Taman Budaya Sumbar
SPH Beri Konsultasi Hasil MCU kepada 120 Karyawan PT HK-HKI KSO
SPH Beri Konsultasi Hasil MCU kepada 120 Karyawan PT HK-HKI KSO