Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya meliburkan proses belajar mengajar untuk tingkat TK dan Paud, antisipas kesehatan peserta didik dampak kabut asap.
“Untuk aktivitas belajar mengajar Paud sudah dirumahkan. Sementara untuk SD dan SMP masih dilaksanakan di sekolah, tetapi tetap menggunakan masker,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, Jumat (28/8/2026).
Bobby mengatakan, Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta menerima informasi dari instansi terkait mengenai perkembangan kondisi udara di Dharmasraya.
“Dalam menentukan pelaksanaan belajar mengajar selama terjadi kabut asap, kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan menerima informasi dari instansi terkait mengenai situasi terkini,” jelasnya.
Kata Bobby, selain penggunaan masker, juga diimbau sekolah mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kegiatan yang berpotensi membuat siswa terpapar kabut asap diminta untuk dibatasi atau dialihkan ke dalam ruangan.
“Kami sudah mengimbau sekolah-sekolah yang masih melaksanakan aktivitas belajar mengajar untuk mengurangi kegiatan outdoor, seperti olahraga dan kegiatan lainnya,” ungkapnya.
Sejumlah kegiatan luar ruangan juga telah dijadwalkan ulang. Salah satunya kegiatan pramuka yang sebelumnya telah diagendakan oleh sekolah.
“Kegiatan outdoor seperti pramuka sudah kami reschedule sambil melihat perkembangan kondisi kabut asap,” jelasnya.
Bobby menjelaskan, kegiatan sekolah di Dharmasraya untuk jenjang PAUD hingga SMP dilaksanakan selama lima hari dalam sepekan yakni Senin hingga Jumat.
Untuk pelaksanaan pembelajaran selanjutnya, Dinas Pendidikan masih menunggu perkembangan kondisi kabut asap dan informasi terbaru dari instansi terkait.
“Sekolah dari tingkat PAUD sampai SMP dilaksanakan selama lima hari, yaitu Senin sampai Jumat. Untuk bagaimana pelaksanaan sekolah ke depannya, kami menunggu informasi serta situasi dan kondisi kabut asap di Dharmasraya,” kata dia.
Ia berharap kabut asap segera hilang sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.
“Kami berharap kabut asap segera hilang agar seluruh kegiatan belajar mengajar bisa dilaksanakan kembali dengan normal,” tuturnya. (WAN)





