Langgam.id – Sebanyak 161 atlet yang tergabung dalam program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) Sumatra Barat (Sumbar) menjalani tes fisik kedua sebagai bagian dari evaluasi pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT 2028.
Tes fisik yang digelar KONI Sumbar di GOR Beladiri, Sabtu (22/8/2026), diikuti atlet andalan prioritas dan atlet potensial. Kegiatan tersebut dibuka Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus.
Hamdanus mengatakan, tes fisik menjadi bagian penting untuk mengukur perkembangan atlet selama mengikuti program Pelatprov. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan keberlanjutan atlet dalam program pembinaan.
“Tidak ada yang seumur hidup dalam Pelatprov. Ada promosi dan degradasi. Siapa yang menunjukkan kemajuan tentu akan terus dipertahankan, tetapi kalau tidak ada perkembangan, bisa terdegradasi dan digantikan atlet yang lebih siap” ujarnya.
Ia mengatakan, KONI Sumbar terus membangun kolaborasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sumbar serta pemangku kebijakan dalam mendukung pembinaan atlet. Dukungan juga diberikan Pengurus Besar (PB) cabang olahraga yang terus memberikan perhatian terhadap atlet-atlet Sumbar.
Hamdanus turut menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah daerah, termasuk tim anggaran provinsi yang terus memperjuangkan dukungan anggaran bagi pembinaan atlet.
Menurutnya, pembinaan atlet diarahkan untuk menghadapi berbagai agenda olahraga, mulai dari Porprov, PON Beladiri, babak kualifikasi PON hingga PON NTB-NTT 2028. Sumbar juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Porwil 2026.
“Cita-cita kita adalah medali emas. Bukan hanya untuk mengharumkan nama Sumatra Barat, tetapi bagaimana kita menunjukkan prestasi terbaik melalui perjuangan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD KBOR Dispora Sumbar Erdison mengapresiasi pelaksanaan tes fisik secara berkala oleh KONI Sumbar.
Menurut Erdison, hasil tes kedua perlu menjadi bahan evaluasi bagi atlet dan pelatih. Kolaborasi antara KONI, Dispora, atlet dan pelatih juga perlu terus diperkuat agar program pembinaan berjalan efektif.
“Evaluasi hasil tes ini idealnya menunjukkan adanya peningkatan. Hasil tersebut menjadi langkah persiapan lebih lanjut,” ujar Erdison.
Ia juga mengingatkan atlet yang tampil pada Porprov agar tidak terlena dengan hasil yang telah dicapai. Para atlet Porprov dipersiapkan untuk menghadapi babak kualifikasi PON.
“Jangan terlena dan berpuas diri dengan hasil Porprov. Atlet Porprov harus disiapkan untuk BK PON. Semakin banyak atlet yang lolos PON, semakin besar peluang Sumatera Barat meraih medali,” tegasnya.
Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra mengatakan, tes fisik kedua merupakan bagian dari komitmen KONI Sumbar dalam meningkatkan prestasi olahraga melalui pembinaan berbasis data.
Tes tersebut akan dibandingkan dengan hasil tes fisik pertama untuk melihat perkembangan kondisi fisik atlet selama enam bulan terakhir. Hasil perbandingan menjadi acuan dalam menyusun perbaikan program latihan berikutnya.
“Data yang akurat dari tes fisik secara berkala menjadi fondasi penting dalam membangun performa puncak atlet menjelang pertandingan,” kata Risky.
Ia menjelaskan, hasil tes tidak hanya menjadi angka evaluasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengukur efektivitas program latihan yang telah dijalankan. Dengan hasil tersebut, pelatih dapat menyesuaikan program berdasarkan perkembangan masing-masing atlet.
KONI Sumbar berharap evaluasi berkala dapat mempersiapkan atlet secara fisik dan kompetitif untuk menghadapi rangkaian kejuaraan hingga PON NTB-NTT 2028. (ICA)






