Langgam.id — Program unggulan daerah Sawah Pokok Murah (SPM) di Kabupaten Agam terus berkembang. Hingga 18 Agustus 2026, program yang mendorong kemandirian petani tersebut telah diterapkan di 55 lokasi dengan total luas lahan mencapai 7.219 hektare.
Program SPM swadaya petani itu tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Agam. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 16 lokasi dengan luas sekitar 2.100 hektare.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya partisipasi petani dalam mengembangkan lahan pertanian secara mandiri, sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Bupati Agam Benny Warlis mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong dan memperluas pelaksanaan program SPM agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak petani.
Menurutnya, SPM tidak hanya menjadi program peningkatan produksi pertanian, tetapi juga bagian dari upaya membangun kemandirian petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kita akan terus memperluas program ini, sehingga semakin banyak petani yang bisa ikut dan merasakan manfaatnya. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pengembangan pertanian di Agam,” kata Benny, Sabtu (22/8/2026).
Ia menilai tingginya pertumbuhan lokasi SPM merupakan indikator positif bahwa petani semakin tertarik mengembangkan pertanian dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada.
Benny juga mendorong perangkat daerah terkait untuk terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani, baik dalam penerapan teknologi, peningkatan produktivitas maupun penguatan kelembagaan petani.
“Petani harus kita dorong semakin mandiri dan sejahtera. Pemerintah hadir memberikan dukungan, pendampingan dan membuka ruang agar program ini terus berkembang,” ujarnya.
Dengan bertambahnya luasan SPM, Pemerintah Kabupaten Agam berharap produktivitas pertanian semakin meningkat dan mampu mendukung ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program Sawah Pokok Murah menjadi salah satu upaya daerah untuk mewujudkan pertanian Agam yang lebih maju, produktif dan berkelanjutan. (HER)




