Langgam.id – Perumda Air Minum Kota Padang atau PDAM menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi gangguan layanan akibat bencana dan perubahan cuaca. Hal ini dilakukan setelah sejumlah infrastruktur pengolahan dan sumber air terdampak gangguan sejak akhir tabun 2025.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pompa cadangan dan pipa darurat, untuk mengantisipasi penurunan debit air. Peralatan ini juga disiapkan jika terjadi kerusakan pada intake.
“Upaya yang kami lakukan mencakup penyiapan pompa cadangan dan pipa darurat untuk mengatasi penurunan debit air atau kerusakan intake, akibat perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi,” ujar Adhie Zein kepada Langgam.id, Selasa (18/8/2026).
Kata Adhie, selain menyiapkan peralatan cadangan, Perumda juga menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Air bersih tersebut, dappat diberikan secara gratis kepada masyarakat ketika terjadi gangguan pelayanan.
“Kami akan mendistribusikan air bersih gratis dengan mobil tangki,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan penguatan infrastruktur, sebagai bagian dari upaya menghadapi gangguan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Langkah tersebut dilakukan bersama sejumlah pihak melalui kolaborasi lintas sektor. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan pelayanan ketika terjadi kerusakan infrastruktur.
“Penguatan infrastruktur dan kolaborasi lintas sektor untuk pemulihan cepat,” tuturnya.
Adhie mengungkapkan langkah mitigasi diperlukan, karena perubahan cuaca dapat memengaruhi debit air dan kondisi sumber air.
Saat ini, sejumlah pekerjaan pada sumber air Kota Padang masih berlangsung. Perumda menyebut pekerjaan intake Guo dan bendungan di intake Lubuk Paraku belum selesai.
Sementara itu, IPA Gunung Pangilun telah kembali difungsikan setelah perbaikan selesai pada Minggu (16/8/2026).
“Kami berharap penguatan infrastruktur dan kesiapan peralatan cadangan dapat mengurangi dampak gangguan pelayanan jika bencana kembali terjadi,” pungkasnya. (WAN)






