Langgam.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat mencatat total aset Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, mencapai Rp3,04 triliun pada Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 6,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan pertumbuhan aset tersebut menunjukkan kinerja BPR di Sumbar masih terjaga positif di tengah perkembangan sektor jasa keuangan daerah.
“Pada posisi Juni 2026, total aset BPR baik konvensional maupun syariah sebesar Rp3,04 triliun atau tumbuh 6,34 persen secara tahunan,” kata Roni Nazra, Sabtu (15/8/2026).
Selain aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR juga mengalami pertumbuhan. OJK mencatat DPK BPR mencapai Rp2,21 triliun atau tumbuh 7,05 persen secara tahunan.
Sementara itu, total penyaluran kredit dan pembiayaan BPR pada Juni 2026 mencapai Rp2,27 triliun. Angka tersebut tumbuh 1,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Roni mengatakan, penyaluran kredit dan pembiayaan BPR memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sebanyak 71,15 persen dari total kredit atau pembiayaan BPR merupakan penyaluran kepada UMKM,” ujarnya.
Menurut Roni, tingginya porsi pembiayaan kepada UMKM menunjukkan BPR masih menjadi salah satu lembaga keuangan yang berperan dalam mendukung akses pembiayaan bagi pelaku usaha di daerah.
Pertumbuhan BPR tersebut juga menjadi bagian dari perkembangan positif sektor jasa keuangan Sumatera Barat. Secara keseluruhan, total aset perbankan Sumbar pada Juni 2026 mencapai Rp88,20 triliun atau tumbuh 4,72 persen secara tahunan.
Total penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan mencapai Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen, sedangkan penghimpunan DPK mencapai Rp65,55 triliun atau tumbuh 13,02 persen.
Roni menambahkan, OJK terus mendorong industri perbankan, termasuk BPR, untuk menjaga pertumbuhan sekaligus memperhatikan kualitas penyaluran kredit dan pembiayaan.
Dengan pertumbuhan aset, DPK, serta penyaluran kredit yang tetap positif, BPR di Sumatera Barat diharapkan terus memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pengembangan UMKM. (HER)






