Upertis dan Pokdarwis Perkuat Potensi Wisata Pasir Jambak, Olah Hasil Laut Berdaya Saing

Langgam.id – Universitas Perintis Indonesia (Upertis) menerjunkan tim akademisinya untuk memperkuat daya tarik wisata Pasir Jambak di di Kelurahan Pasir Nan Tigo, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2026, Upertis menggelar pendampingan intensif bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bintang Samudera.

Kolaborasi Keilmuan Lintas Disiplin untuk sektor wisata pendampingan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bentuk hilirisasi riset dan keilmuan dosen untuk mendongkrak potensi pariwisata lokal.

Program ini diketuai oleh Yensasnidar, pakar inovasi olahan makanan berbasis potensi lokal. Dalam aksinya, ia memboyong tim dosen lintas keahlian, di antaranya Sri Mona Octavia (Manajemen & Pemasaran Digital), Yeyep Natrio (Linguistik & Health Branding), serta Sri Indrayati dan Wilda Laila yang turut memperkuat landasan edukasi masyarakat.

Tak ketinggalan, dua mahasiswa Upertis, Elisa Gustini dan Riska Nofi Anti, turut terjun langsung sebagai sarana pembelajaran lapangan dan jembatan edukasi yang interaktif bersama warga.

Yensasnidar menjelaskan, fokus utama program ini adalah mentransformasi komoditas mentah menjadi produk kuliner bernilai tambah (added value) yang siap dipasarkan kepada para pelancong.

“Kami menerapkan pendekatan ilmiah yang praktis agar wisatawan yang datang ke Pasir Jambak tidak hanya menikmati keindahan pantai, tetapi juga bisa membawa pulang oleh-oleh khas,” katanya, Jumat (14/8/2026).

Warga Pokdarwis Bintang Samudera lalu dibekali keterampilan mengolah ikan menjadi varian populer seperti dimsum, nugget, bakso, abon, dan kerupuk ikan, serta diajarkan standar higienitas pangan, analisis informasi gizi, hingga akuntabilitas pembukuan keuangan usaha.

Agar produk kuliner wisata ini mampu menembus pasar modern, Sri Mona Octavia membekali para anggota kelompok dengan strategi digital marketing dan pemetaan rantai pasok. Sementara itu, Yeyep Natrio mengintegrasikan strategi health branding dan identitas kemasan, sehingga produk tidak cuma lezat, tetapi juga memiliki narasi kesehatan yang terpercaya dan memikat calon pembeli.

Selama kegiatan berlangsung, suasana hangat dan interaktif begitu terasa. Elisa Gustini dan Riska Nofi Anti aktif mendampingi anggota Pokdarwis di setiap tahapan mulai dari mempraktikkan formulasi resep, mengemas produk secara profesional, hingga mensimulasikan pencatatan kas harian.

Ketua Pokdarwis Bintang Samudera Pati Hariyos, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran tim Upertis. Menurutnya, kombinasi antara kepakaran dosen dan semangat mahasiswa memberikan wawasan baru yang aplikatif untuk membangun bisnis kuliner berbasis wisata lokal di kawasan Pasir Jambak.

Melalui pendampingan yang disokong DPPM 2026 ini, Pokdarwis Bintang Samudera siap melangkah menjadi kelompok usaha yang mandiri, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak ekonomi wisata pesisir Pasir Jambak secara berkelanjutan. (WAN)

Baca Juga

POKDARWIS Garda Terdepan Majukan Wisata di Pojok Kampung
POKDARWIS Garda Terdepan Majukan Wisata di Pojok Kampung
Langgam..id-pokdarwis
Kampung Sarugo Limapuluh Kota Raih Juara 1 Pokdarwis Terbaik di Sumbar 
Langgam.id-Pokdarwis Apar Pariaman
Masuk 5 Besar di Sumbar, Pokdarwis Apar Mandiri Pariaman Dinilai Tim Provinsi
AGC Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND
AGC Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND
Tim Seleksi Umumkan 10 Calon Pimpinan Baznas Sumbar Periode 2026-2031
Tim Seleksi Umumkan 10 Calon Pimpinan Baznas Sumbar Periode 2026-2031
Titik Api Meningkat 167 Persen, Sumbar Puncaki Karhutla di Sumatra
Polda Sumbar Petakan 6 Daerah Rawan Karhutla, dari Limapuluh Kota hingga Pesisir Selatan